Friday LUv's Ship · Monday Thoughts · Wednesday Story

Ketika (Mantan) Pacar Main Kucing Kucingan (3)

Edward dan Fann sudah menjalin hubungan dengan penuh keceriaan, tawa dan kebersamaan. Tetapi seperti geledek menyambar saat Fann mengatakan pada Ed, “aku mau kita putus.”

Ed tidak habis pikir bagaimana Fann bisa begitu saja mengeluarkan kata putus, Ed minta maaf untuk kesalahan yang tidak dilakukannya tetapi Fann tetap bersikeras untuk mereka melangkah sendiri-sendiri karena ibunya mengatakan F masih terlalu kecil untuk pacaran dan Ed masih belum dewasa karena sama-sama masih kuliah dan belum punya penghasilan.

Ia masih terus berusaha dekat dengan Fanb tetapi yang ada ialah penolakan. Akhirnya ia memutuskan untuk lebih banyak di rumah, dan lebih banyak termenung memikirkan hubungan yang berakhir dengan alasan yang agak ganjil ini. Ia tidak percaya mama Fabb tidak menyetujui hubungan mereka, pasti ada alasan lain tetapi ia tidak bisa menemukan penyebabnya.

“Lu kenapa bengong terus, Ed?” tanya mamanya. orang tuanya mulai merasa khawatir pada anak bungsu yang matanya belo ini. Karena Ed itu sering sekali ngebanyol, mengeluarkan tawa yang khas dan hal itu sudah hampir menghilang selama beberapa hari ini.

“Gapapa kok, ma.” jawab Ed. Tetapi jawaban ini bukanlah jawaban yang sebenarnya. Ia pun berhenti menghubungi Fann dan mulai menjalani hidupnya melewati masa-masa suram ini dengan kemurungan.

Sebulan kemudian, Ed sudah mulai bisa menerima keadaan ini meski hatinya masih terluka.
ponsel Ed berderitt.. drrrt.. drrrt.
Telepon dari Fann.
“Halo. Fann?”
“Iya ini aku Ed. Bisa kita ketemuan?”
Mereka pun bertemu, Ed masih memiliki perasaan pada Fann. Fann menjelaskan alasan sebenarnya ia memutuskan Ed, karena mantan kekasihnya sudah kembali dari luar negeri dan ia tidak mungkin menjalani dua hubungan sekaligus sehingga ia memilih memutuskan Ed.

Tetapi selama sebulan ia mencoba menjalani hubungan dengan mantannya, ia selalu teringat pada Ed. Ia menyesal dan berharap mereka bisa mencoba lagi.

Ed tidak menjawab apakah mereka bisa mencoba lagi atau tidak. Sebagian dari dirinya merasa bertambah kecewa mendengar alasan sebenarnya yaitu bahwa ia di diputuskan karena Fann memilih orang lain. Sebagian lagi juga senang karena ternyata Fann selalu teringat padanya.

Mereka mulai berkencan lagi, hingga 2 bulan kemudian, Ed menguatkan hatinya untuk tidak meneruskan hubungan ini ke jenjang pacaran. Ia tidak mau di sia-siakan lagi untuk kali kedua, dan lebih baik kali kedua untuk hubungan mereka juga ditiadakan.

Setelah dengan Fann, sepertinya Ed sempat pacaran dengan 1 orang lain lagi namun akhirnya putus dan menjomblo selama 4 tahun tetapi banyak diisi oleh teman dekat perempuan.

Present :
Ed mengajar aku bahwa perasaan trauma dengan hubungan terdahulu tidak boleh dibawa-bawa ke hubungan yang selanjutnya. Karena tidak adil bagi pasangan kita berikutnya untuk menerima akibat dari yang diperbuat pasangan kita sebelumnya di masa lalu.

Seharusnya kita bisa merasakan lagi cinta yang tulus meski tidak sempurna, dan tidak membatasi kebahagiaan maksimal yang bisa diperoleh. Jangan sampai karena perasan trauma terhadap hubungan sebelumnya memupuskan semuanya itu, bahkan sampai kita kehilangan yang terbaik yang diberikan pasangan kita berikutnya karena sikap rejection dan sikap bertahan kita.

Dan Ed sekarang tengah menjalin hubungan serius. ๐Ÿ™‚

<nama diatas itu samaran yah>

Advertisements

2 thoughts on “Ketika (Mantan) Pacar Main Kucing Kucingan (3)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s