Friday LUv's Ship · Monday Thoughts · Wednesday Story

Ketika (Mantan) Pacar Main Kucing Kucingan (1)

V(F) & A(M) sudah menjalin hubungan sejak mereka masih berusia 17 tahun, hubungan ini sudah berjalan selama 8 tahun dan sepertinya sudah harus dibawa ke jenjang pernikahan.

Belakangan A begitu semangat membentuk badan dan ikut bergabung menjadi member fitness. Hubungan V&A termasuk harmonis, pertengkaran2 diantara mereka bs dilewati dengan kepala dingin.

Suatu waktu, V bingung saat A selalu membatasi waktu mereka untuk bercakap via telepon seperti yang biasa mereka lakukan setiap mlm selama 8 tahun mereka bersama jika mereka tidak bertemu sepulang kerja.

V pun iseng mencoba menelepon ponsel A lagi setelah mereka baru saja selesai menelepon. Tut Tut Tut,. kenapa ponsel A sibuK? V pun akhirnya tidur dan berpikir mungkin A sedang menerima telepon penting dari temannya.

Setiap malam V kemudian mendapati ponsel A selalu sibuk setelah mereka selesai menelepon. Akhirnya ia memberanikan diri bertanya A menelepon siapa. Dengan jujur, A mengatakan bahwa ia menelepon teman. Saat mereka bertemu, V akhirnya tahu bahwa teman yang dimaksud A ialah teman wanita yang dikenalnya dari tempat fitness.

V marah. “Kamu jangan telpon dia lagi tiap malam. Kenapa harus telpon setiap malam sih? Pokoknya kalau telpon sama dia jangan mlm, dan gak perlu tiap mlm kan memang nya mau ngomongin apa sih?”
A membela diri. Ia mengatakan kalau teman wanitanya itu murni teman, yang enak diajak ngobrol.

V agak tenang saat mendapati A menuruti permintaannya, dan V selalu mengetes setiap mlm dan telp A memang tidak sibuk, setiap V mengetes.

Suatu hari, karena iseng, V mencoba menelepn A sepulang kerja pada sore hari. Teleponnya sibuk. Sudah setengah jam dicoba lagi, masih sibuk. Meski agak kesal, V memutuskan untuk mengatakannya nanti malam saja saat A meneleponnya.

Keesokan harinya entah kenapa sesuatu mengusik hati V, ia mencoba menelepon A lagi sepulang kerja dan teleponnya lagi2 sibuk. Setelah beberapa hari mengalami hal yang sama, V dengan marah bertanya pada A.

A menjelaskan dengan sedikit rs bersalah. kalau ia menghubungi teman wanita dari fitness center, wanita yang sama yang dia hubungi selama beberapa bulan terakhir. V sangat emosi dan tidak mampu mengucapkan sepatah kata, tapi A tidak demikian,
“Sepertinya aku jatuh cinta pada wanita ini.. Dan aku tidak bisa meneruskan hubungan kita. Maaf. Tapi aku mau putus saja.”
“Apa?!” pernyataan A sungguh diluar dugaan, teganya ia mengatakan hal itu setelah delapan tahun yang mereka lalui bersama. Setelah ia mengorbankan waktu begitu banyak, cinta bahkan harta.
“Maaf, V. Tapi kurasa tidak ada gunanya meneruskan hubungan ini.”
Selama 3 bulan kedepan sejak bubarnya hubungan mereka, V sungguh tidak nafsu makan. Tubuhnya yang memang sudah kurus bertambah kurus. Ia hanya mau tidur di kamar setelah pulang kerja, tidur sambil menangis memikirkan semuanya. 3 Bulan dengan perilaku yang sama, membuatnya tambah menderita. Ia menolak dihibur, ia menolak pergi dengan orang-orang karena hatinya sungguh merasa berdukacita.

Suatu hari, setelah menangis, V memainkan ponselnya. Menekan address book, dari abjad A turun sampai Z. Ia tidak boleh menghubungi A lagi, karena pria itu sudah menyakitinya. Tapi bagaimana kalau ia menghubungi teman lama? Mungkin mereka bisa berbincang banyak dan bisa membantunya melupakan sejenak soal A.

Ia menekan nomor telepon seorang teman yang sudah dianggap sebagai kakak, setelah menekan dial tiba tiba ia ingin mengurungkan niatnya dan akhirnya menekan tombol end call. Kemudian ia memutuskan untuk tidur saja.
Tok Tok Tok !
“V, kamu belum makan malam lho,” mamanya mengingatkan dari depan pintu.
“Aku tidak ingin makan malam, ma. Thanks yah.” jawab V dari dalam kamar. Ia berbaring di ranjangnya, menarik selimutnya dan mencoba tidur.
Brrrt Brrrt.. ponselnya bergetar. oh my God, dari Ko B yang tadi ingin ditelponnya. Ternyata telponnya tadi nyambung. Angkat atau tidak ya? Hmm.. harus angkat.
“Halo.. Ko B.”
“V, kamu tadi telpon ke nomorku yah?”
“Iya. Ko apa kabar?”
“Baik-baik. Tadi aku telpon cuma iseng aja sih mau ngobrol2.”
“Ooo.. yaudah kita ngobrol2 aja sekarang.”
Mereka banyak berbincang dan bertukar pikiran. Singkat cerita… setelah pendekatan beberapa bulan, akhirnya V dan B menjadi sepasang kekasih. Mereka tidak mau lama2 pacaran dan ingin menikah setahun kedepan.

Kemesraan dalam pacaran yang singkat tentunya tidak perlu diragukan lagi. V mulai melupakan A saat ponselnya berdering dan sebuah telepon masuk berdering pada malam hari. Itu A.
V dilemma, tidak tahu harus mengangkat atau tidak. Tetapi 8 tahun bukan waktu yang singkat untuk berubah menjadi musuh bebuyutan. Mereka bisa menjadi teman kan? lagipula V tidak mau dikasihani, dan A harus tahu kalau V sudah benar2 move on.

“Halo.” jawab V.
“Halo, A. Apa kabar? sudah lama kita gak ngobrol2.”
Inti percakapannya ialah A merasa bahwa mendekati wanita di tempat fitness itu ialah sebuah kesalahan. ia menyadari bahwa V adalah wanita yang paling tulus mencintainya dan juga dicintainya.
“Aku minta Maaf. boleh aku mendapat kesempatan kedua?”
Ajang pamer akhirnya dibatalkan oleh V. Ia tidak merasa iba pada A, tapi seketika ia merasa bersyukur mereka tidak lagi bersama dan ia telah menemukan pria lain yang lebih dewasa dan menyayanginya.
“Maaf, tapi aku tidak tertarik untuk kembali.”
“Kamu sudah ada pria lain saat ini?”
“Kurasa itu bukan urusan kamu lagi.”

Sekarang V sudah menikah dengan B. sampai di hari pernikahan V setahun kemudian, A masih menyesal telah menyia-nyiakan perempuan sebaik V.

Ini kasus Hide and seek lagi yang akhirnya membawa penyesalan buat orang yang melakukannya.

Present : Sekarang V sudah memiliki seorang anak dengan suaminya dan fokus menjadi ibu rumah tangga. A? gaktau deh..

Advertisements

One thought on “Ketika (Mantan) Pacar Main Kucing Kucingan (1)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s