Monday Thoughts

Sogok Menyogok di Bumi Indonesia

Aku tumbuh di sebuah kota metropolitan yang sibuk. Kemacetan dimana-mana, tingkat kriminal yang cukup tinggi dan pembangunan gedung2 bak manhattan diseluruh sudut kota. Well, all i can say is u’re going to love this city and hate it at the same time.

Suatu saat kamu seakan membenci para pejabat pemerintah yang melakukan korupsi, menerima suap dan hidup dengan mewah serta membiarkan tata kota kami begitu berantakan, keadilan yang serasa sulit didapat bagaikan mencari jarum ditengah jerami, … Tetapi kita tahu bahwa bribe yang memperlancar bisnis di kota besar ini, memperlancar hampir semua kegiatan di propinsi ini.

Aku teringat suatu saat, mungkin 14 tahun yang lalu, i wonder how i always be the first one to get into the doctor when i was sick. Pandangan dan protes keluarga lain yang sedang mengantri bermunculan, tetapi si suster penjaga berkata bahwa keluargaku telah membooking dengan datang sebelumnya beberapa jam yang lalu. Aku percaya… I think maybe my family has booked the doctor before we came over. But that’s not true i guess, ketika aku ngeliat dgn mata kepalaku sendiri keluargaku merogoh kantong celananya dan meraih selembar uang 5000-20000 rupiah dan mengantungkannya pada si suster penjaga di depan. Kala itu jumlah demikian masih cukup oke.

Dan aku tahu kenapa aku selalu jadi yang pertama dilayani dokter meski aku datang terakhir. wow..

Itu menguntungkan buatku, tidak perlu berlama2 menunggu dengan pasien2 sakit lainnya dan merasa kedinginan. Setelah diperiksa, bisa langsung pulang dan tdr. thats great.. but its not fair! i knew its not fair, but i cant do anything about it. :p

Saat polisi penghunting uang tilang dengan sengaja mencegat kami di jalan raya, kami merogoh 20-100 ribu untuk menutup mulut mereka dan membiarkan kami bebas berlenggang di kota tak beraturan ini. Tergantung di daerah mana kami dicegat, mobil yang kita pakai, dress dan hp yang kita gunakan benar2 mempengaruhi uang bribe. Sekarang pemerintah telah mengeluarkan peraturan denda untuk para briber dan polisi, tetap saja ada yang lebih suka uangnya masuk kedalam kantong mereka sendiri dibandingkan harus menyerahkannya pada organisasi besar yang diperkirakannya juga akan mengkorupsinya..

Sewaktu kuliah, seorang teman mengajakku untuk membeli barang atau parfum branded dengan harga miring di pelabuhan. Sebelumnya ia sudah mengingatkanku untuk tidak memakai perhiasan, membawa hp paling jelek, meninggalkan atm dan kartu kredit di rumah dan cukup membawa cash untuk membeli sejumlah barang. aku tergiur… katanya itu barang2 asli yang tidak lewat bea cukai dan akhirnya dijual oleh org2 yang menjaga disana untuk menambah pendapatan mereka. There’s always a way to make money, isnt it?

Sesudah bekerja, dan mendapati kenyataan bahwa beberapa perusahaan besar mengalami kerugian karena barang mereka tidak lewat di bea dan cukai, seringnya mereka mengalami kecurian dari jumlah yang dikirimkan dan jumlah yang diterima setelah melewati pelabuhan; aku cukup tertegun. That’s bad. Dari sejak barang2 itu tiba di pelabuhan, ternyata perusahaan harus bribe supaya barangnya keluar dan membayar bea cukai yang cukup tinggi. sesudah barang itu diterima, jumlah yang didapat tidak valid dan sudah berkurang dari jumlah yang seharusnya. Well inikah yang dijual oleh si petugas2 atau preman2 disana? Sesudah mendapatkan si barang2, jika kita memerlukan izin lainnya atau security untuk pengiriman selama di jalan maka kita harus membribe lagi petugas2 security di propinsi ini untuk memastikan ditengah jalan barang tidak dirampok.. too many to bribe. thats making me headache.. so like i said, u will love it and hate it at the same time.

Advertisements

2 thoughts on “Sogok Menyogok di Bumi Indonesia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s