Saturday Diary

Kecoa and Makanan *.*

Setiap melewati tempat makan ramai ini, aku selalu teringat pada ratusan kecoa. SUngguh pemandangan yang tidak enak dilihat.
Kujejakkan kakiku turun dari mobil, menyusul ketiga rekanku yang sudah turun lebih dulu. Kami masuk ke dalam restoran ini, tidak begitu besar dan tidak begitu kecil, sayur yang disajikan sungguh sedap dipandang.

Aku sadar bahwa aku sungguh kebelet pipis sehingga aku minta diri ke Toilet. Tetapi sungguh pemandangan yang tidak menyenangkan melihat ratusan kecoa sedang berkumpul dan disapu oleh si pembantu tempat makan. beberapa kecoa berusaha kabur dari kerumunan teman-temannya, masing-masing berusaha menyelamatkan diri. Karena pembantu itu menyapu mereka menjadi satu agar gampang membunuh mereka.

“Kok bisa banyak kecoa gitu sih mbak?”
“kalo ujan memang banyak kecoa nich..”
Setelah melihat ratusan kecoa, aku jadi ngak nafsu makan disitu.. tapi karena sudah pesan, otomatis dimakan. Dengan banyak animasi menjijikan bersiliweran di kepalaku, jangan-jangan kecoa ini sempet terbang di udang ini, jangan-jangan di tengah-tengah sayuran ini ada kecoa lagi tidur berselimutkan sayuran,.. gambaran ini sungguh membuat jijik..

Padahal dari luar tempatnya kelihatan bersih. Aku mengatupkan mulutku, tidak mengatakan apa2 pada rekanku karena takut mereka merasa jijik dengan makanan mereka.. Tetapi hingga sekarang, tempat itu tetap ramai. Bahkan diantara tempat makan saingan di samping kiri kanan mereka, tempat ini tetap yang paling ramai.

Aku sendiri berkata pada diriku, kalau di dunia ini sudah ngak ada makanan lagi, baru aku mau konsumsi makanan mereka. Kondisi itu mesti terpaksa banget… jangan ampe kalo ngak kepaksa gue makan disitu.

Pernah nih,, waktu lagi makan mie ayam , kulihat ada gumpalan memanjang berwarna kuning serupa dengan warna mie. Tidak disangka, bentuknya seperti kepompong kupu2.. Waktu kutanyakan pada pembantu rumah tanggaku, dengan enteng dia menjawab, “Itu kan ulat. Ulat Sayur.”

Yeah toh sudah dimasak, sebenarnya ngakpapa sih. But i Quit eating.. ngaktau dhe kenapa.. kalo ada rambut dimakanan, aku masih ngak enek meskipun bayangan kutu rambut dan ketombe yang bercampur dengan masakan terasa mengganggu. Tetapi kalau ada binatang yang ngak penting masuk dalam kasus makanan, rasanya udah ngak nikmat.

Aku berjanji sama diriku sendiri waktu itu, 4 SD, kalau aku ngak akan makan mie itu lagi meski aku doyan. Berhasil juga bertahan selama kurang lebih 5 tahun ngak makan, dan saat ini orang itu udah ngak jualan.

Ngomong-ngomong soal makanan, aku mendapat predikat bodoh karena tidak mau makan jamur siong-ku. Ngaktau apa hubungannya dengan bodoh, tetapi aku seakan selalu bisa mencium bau jamur dan terasa mengganggu di kerongkonganku.

Pernah sekali masakan jamur ini dibuat menyerupai daging, tetapi entah kenapa tenggorokan dan hidungku mengenalinya meski sudah tercampur bumbu masak yang tajam dan wangi. Aku pun mengeluarkannya dari kerongkonganku.

Oh M G.. di Resto mewah ini ada sayur itu. Kami sedang ada pesta makan meja saat semua tamu melahap sup jamur xiongku segede2 gaban dengan senang. Sementara itu batinku sangat menderita karena semua memaksaku makan. Pdhl aku sudah bilang ngak doyan.. Terpaksa dhe kutelan.. Untungnya hanya satu mangkok saja. Dan itu pun tidak benar-benar kutelan. Kusimpan di kerongkongan jangan sampai tertelan, karena terasa sangat tdk nyaman..

Sebagai jenis orang yang selalu memakan habis makanan bahkan sampai butir nasi terakhir, tidak dinyanya aku terpaksa harus membuangnya. Aku tersenyum simpul pada semua orang yang di meja, tanpa bisa bicara mau pamit ke WC dan kumuntahkan semuanya.. Ngaktau ada yang tertelan mungkin, tapi toh aku sudah berusaha..

Intinya aku jenis orang yang suka makan, hanya saja makanan itu harus sesuai denagn kerongkongan – lidah dan penciumanku. Seperti duren atau jamur, aku belum menemukan chemistry dengan mereka. Maybe we were not meant to be together.

Advertisements

3 thoughts on “Kecoa and Makanan *.*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s