Friday LUv's Ship · Wednesday Story

Pacarku Labil dan Posesif (2)

100 testimonial masuk..
Dan semuanya berasal dari Alvin, masih mengulang kata kata romantis yang sama. Tetapi hari itu Eileen sedang tidak mood, karena Alvin baru saja marah marah didepan umum karena persoalan kecil.

Dalam hati saat itu, ia ingin menutup mulut besarnya dan berlari sejauh jauhnya. Hari ini ia harus kembali bekerja dan merasa muak dan ingin menghapus semua testimonial dari Alvin.. termasuk permintaan maaf yang bagaikan gong berbunyi dan bisa berbunyi kapan saja ia mau.

Bukannya kalau sudah minta maaf orang harus benar benar berusaha untuk tidak melakukannya lagi? Atau jangan jangan jaman sekarang permintaan maaf hanyalah ungkapan klise untuk menutup masalah yang ada sehingga masalah itu seakan tidak pernah terjadi?

Kemarin malam,
“Kamu kok sms-an melulu sih yang?”
“Hmm… cuma sms-an dengan Josephine kok, dia bilang dia dan cowonya ada di sekitar sini.”
“Bisa gak kamu kalau sedang pergi sama aku, stop smsan?? Ngapain sih smsan terus, kan bisa smsan dirumah, ngapain smsan terus?” suara Alvin meninggi. Dan mata orang-orang mulai menoleh. Darah Eileen mulai mendidih, tetapi ia tetap berusaha untuk sabar menghadapi Alvin.
“Iya, ini sudah sms yang terakhir kok.” jawab Eileen.
“Kamu itu gimana sih?” Alvin bertanya dengan kesal dan nada yang tinggi. Untuk jam jam selanjutnya, ia hanya terus mengomel dan membuat mereka berdua menjadi tontonan orang di mall.

Seminggu kemudian,
“Senang banget bisa pergi denganmu lagi akhirnya,” kata Harris sambil tersenyum senang pada Eileen.
“Iya, betapa berbahagianya bisa ngumpul bareng lagi kaya gini.. tapi jam berapa pangeranmu itu menjemput?” tanya Melanie sambil menyiratkan sindiran.
“Pangeran dari mana.. hmm mungkin 2 sampai 3 jam lagi deh, nanti dia pasti akan mengirim sms sebelum sampai disini,” jawab Eileen.

Hari itu, mereka bersembilan sedang berkumpul di A Mild Cafe Senayan city dengan tujuan ngumpul ngumpul iseng karena sudah lama mereka tidak melakukannya. Baru saja makanan dipesan, drrt drrt.. ponsel Leen berderit didalam tasnya, Alvin!

“Waduhh guys, Alvin sudah didepan mall nih, sebentar lagi dia jemput di lobby. Aku harus buru buru keluar,, nanti dia ngomel lagi.. Sorry yah.. next time kita catch up lagi?? Oke?? Jadi gak enak nih, padahal dia bilangnya 2 sampai 3 jam.” kata Leen dengan wajah penuh rasa bersalah, ia tampak kurus dan pucat.

Pandangan kecewa semua tertuju pada Leen, tapi Leen yakin teman temannya pasti mengerti, sebab mereka jauh lebih mengerti daripada pacarnya sendiri.

Alvin ternyata tidak akan membiarkan Leen berjalan sendiri tanpa membuktikan dengan mata kepalanya kalau Leen benar benar berkumpul dengan teman temannya dan bukan berkencan dengan pria lain seperti yang selalu ada di otaknya Al.
“Kok kamu cepat banget Al?”
“Yah, kan aku gakmau kamu jalan sendirian ke lobby.. Sayangku harus selalu jalan disamping pangerannya,” Melanie menggeleng gelengkan kepalanya, Klise banget dan sudah pasti bukan alasan yang sebenarnya. Lebih daripada itu, ternyata Alvin menganggap dirinya sendiri pangeran.

Dua minggu kemudian,
Alvin bertengkar dengan Josephine! Diawali dengan bercanda saat double date, dan sekarang sahabatnya dan pacarnya membuatnya berada dalam posisi sebagai tali tambang.

“Hei Co posesif yang psyco, berhenti deh nulis nulis yang kaya begini.. malah membuktikan semakin dalam betapa psyco posesifnya elo” tulis Josephine di halaman testimonial friendster Eileen. Tentu saja ditujukan khusus untuk Alvin setelah ia merasa sangat muak ; karena mendengarkan kesedihan dan stressnya Eileen ditambah melihat sahabatnya itu bertambah kurus bagaikan lidi.
“Apa apaan lo nulis begini di FSnya Eileen?” balas Alvin , juga di lembar FS Eileen.
“Lo bener bener Psyco Posesif, setiap kali buka FSnya Eileen ngecek ngecek dan nulis kata kata di wall u sendiri dengan Fsnya dia. Padahal kan itu bukan dari dia, kalo u bukan psyco namanya apa? Berhenti deh buat temen gue stress and jadi tambah kurus kaya gitu!”
“Kok lo yang ngoceh? Dia kan cewe gue, dan dia gak komplain apa apa kok lo yang bawel and mau ngadu domba disini?”

Sederetan balas balasan berisi kemarahan mewarnai sepanjang lembaran wall FS Eileen. Eileen mengetahuinya via YM yang dikirimkan Melanie, tetapi karena dikantor ia tidak bisa membuka FS, ia meminta salah satu dari Melanie atau Josephine untuk menghapus semua testimonial pertengkaran maupun testimonial mesra yang dikirimkan Alvin.

Tiga minggu kemudian,
“Kenapa sih kamu gak pernah mau berbaur dengan teman temanku?”
“Aku gaktau,” jawab Alvin. Ia merasa tidak akan pernah bisa bersatu dengan teman teman Eileen karena mereka tidak punya pandangan yang sama tentang apapun. Alvin memuja Eileen dan merasa telah berjasa besar dengan memaksakan diri mengikuti acara acara kebersamaan Eileen dengan teman-temannya yang baginya berarti sangat tidak nyaman.
“Tadi kamu bilang ada yang mau dingomongin, apa sih?”
“Mamaku complain, dia bilang kamu terlalu plain.. gak bisa dandan, dan gak bisa masak pula..”
“Kalau urusan masak, nanti kan aku bisa belajar Al.. dandan juga bisa, cuma aku lebih suka tampil begini, simple.. bukannya kamu juga suka aku apa adanya?”
“Iya sih, tapi masalahnya ini mama yang komplain dan kamu kan tau buatku mama itu segalanya..”

(to be continued..)

Advertisements

One thought on “Pacarku Labil dan Posesif (2)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s