Monday Thoughts

Pityriasis Rosea

Imlek bukanlah libur favoritku, meski banyak makanan lezat yang menanti disana.
Hunting angpao dan baju baru ialah dua aktivitas yang mewarnai imlek, membeli baju baru dan berdesak desakan di mangga dua membuatku jengkel. Imlek merupakan satu satunya hari dimana seluruh anggota keluarga besar berkumpul bersama untuk berbincang bincang dan saling berbagi. Mungkin, hari imlek itu seperti hari thanksgiving orang-orang bule, hari lebaran orang-orang melayu, dan lain lain.. Anggota keluarga besar yang tinggal di luar negeri maupun luar kota akan kembali ke kota asal dan berkumpul selama beberapa hari.

Namun kalau aku tahu aku akan bertemu dengan orang-orang favoritku waktu liburan… Imlek bisa menjadi salah satu hari favorit. Hanya seminggu berada di kota besar tempatku dibesarkan, aku melahap begitu banyak jenis makanan lezat yang tidak dapat kutemukan di Singapore. (2010 February) Bukan berarti tidak ada restoran Indonesia di Singapore, tetapi yang benar benar enak dan menunjukkan cita rasa Indonesia itu tidak terlalu banyak… Kebetulan sekali, imlek dan valentine jatuh pada hari yang sama, sehingga aku makan super banyak seperti kesetanan dengan keluarga, teman dan pacar.

Malam terakhir di Jakarta kuhabiskan dengan merasa gatal.. entah karena
debu, entah karena hal lainnya.. Aku merasa tidak nyaman tidur diatas ranjang di kamarku sendiri. Biasanya kulitku tidak rewel dengan debu, tapi kalau penyebabnya binatang pembuat bentol… sangat mungkin kulit menjadi rewel.

Seketika aku kembali ke SG, bentol merah mulai bermunculan disekitar tubuhku terutama area ketiak. Aku berpikir kalau aku terkena alergi. Well,
sejujurnya aku tidak pernah punya alergi terhadap seafood atau makanan makanan
lainnya.. Dari kecil, aku selalu menyantap apapun yang kusuka tanpa pantangan. Kalau aku tidak suka, maka aku pantang menyantapnya.

(1 minggu kemudian)
DOKTER PERTAMA
Menyerah dan tersiksa, akhirnya aku pergi ke dokter umum yang membuka praktek dekat dengan tempat tinggalku. “Kamu terkena virus jamur yang akan bertahan selama 6 minggu dan pergi dengan sendirinya. Jamur ini akan tumbuh hanya di area area yang lebih mudah lembab seperti ketiak dan bawah dada serta selangkangan,” katanya.

Ia tidak menyebutkan dengan jelas apa yang menyebabkan hal ini terjadi dan bagaimana menanggulanginya, ia bilang ia tidak terlalu mengerti secara detail soal kulit tetapi itulah diagnosanya. Ia memberiku salap dan pil yang akan membantuku tidur nyenyak di malam hari selama dua minggu. Ia mengingatkanku untuk kembali 2 minggu berikutnya. Terus berdoa dan mau sembuh, itulah yang kulakukan.

Dua minggu berikutnya, aku merasa lebih baik.. Salap mulai habis tetapi bentol bentol yang ada mulai memudar. Oleh karena itulah, di hari terakhir aku melewatkan minum obat dan memakai salap. Tepat keesokan harinya, bentolnya jadi bertambah banyak disekitar area kulit yang tadinya tidak mengalami apa apa.. Rasa gatal tidak tertahankan muncul dan menyiksa di malam hari.

(2 minggu kemudian)
DOKTER KEDUA
Setelah itu, aku pergi ke dokter perempuan yang mengatakan kalau aku terkena sejenis alergi.. Ia memberiku salap dan obat pil yang akhirnya sangat tidak berguna, aku malah terbangun setiap hari jam 3 atau 4 pagi.. Tidak bisa tidur lagi karena gatal gatal yang sangat menyiksa itu. Semua krim menthol merk apapun tidak mampu membendung gatal ini. Tidak mampu membuatku mampu untuk melupakannya barang sedetikpun juga.

Tanteku yang sedang datang berkunjung ke Singapore untuk menengok cucunya yang baru berusia beberapa bulan, begitu takut kalau darahku keracunan karena melihat bentol bentol bersambung disekeliling perutku. Ia merasa ngeri juga… sehingga setelah ia pulang ke Indonesia, mamaku langsung dengan panik menelepon dan menyuruhku pergi ke sinse.

(2 minggu kemudian)
DOKTER KETIGA
Di sinse, aku diberi bedak dingin yang harus kupakai dua kali sehari… Dan obat sirop super pahit yang menurut sinse akan membersihkan darahku. Setelah darahnya benar benar bersih, semua bentol akan hilang.

Tiga minggu kemudian,
dengan letih dan kurang tidur aku menjalani hari hari yang suram.
Tidak jarang aku meminta Tuhan untuk memanggil aku kembali ke sisiNya, karena setiap detik dengan gatal gatal itu sangat menyiksa dan membuat menderita.. Mungkin orang lain yang membaca berpikir ini berlebihan tetapi kalau orang yang berpikir begitu mengalami apa yang kualami tahun lalu, ia tidak akan menghakimiku begitu saja.

Aku mengingat 3 tahun lalu aku pernah berdoa pada Tuhan. Aku baru lulus kuliah, bertemu dengan seseorang yang sangat menginspirasi bernama Erni. Ia selalu bangun di pagi hari dan berdoa sebelum memulai aktivitasnya, rasa malas tidak dapat membendungnya karena ada saja cara Tuhan untuk membangunkannya dari tidur. Aku juga ingin bisa konsisten bersaat teduh pagi.. dan betapa anehnya saat aku meminta bahwa Tuhan untuk membangunkanku di pagi hari dengan cara apa saja karena bagiku tidur lebih pagi dan bangun pagi adalah hal yang paling sulit. Aku mulai berpikir, apakah ini cara Tuhan menjawab doaku 3 tahun yang lalu? Dengan gatal gatal tak tertahankan dan terbangun setiap jam 3-4 pagi, terjaga tanpa bisa tidur kembali?

(3 minggu kemudian)
DOKTER KEEMPAT
Rasa gatalnya jauh lebih mengerikan dari cacar air.. Aku merasa sinse ini benar benar tidak mendiagnosaku dengan benar, kepercayaanku pada pengobatan tradisional china langsung menurun. Memang dari awal, aku merasa tidak semua sinse pintar.. sebagian memang akurat, sebagian lagi mungkin hanya suka omong besar.

Aku memutuskan untuk pergi ke dokter kulit anak-anak pada akhirnya atas saran saran banyak orang. Dokter kulit umum ini mendiagnosis aku terkena pityasis rosea yang tidak membahayakan, dan menyarankan aku mengunjungi seorang
spesialis untuk penanggulangannya sampai sembuh.

Hatiku deg2an…. aku membaca alkitab dan menemukan orang yang terkena kusta di kitab perjanjian lama karena kutuk keluarga. Pikiranku langsung berterbangan, apakah ini gatal gatal merupakan penyakit zaman bahala yang dianggap najis disemua kalangan itu? (Kotbah Ps Prince pada 12 September 2010 mematahkan pikiran ini)

(1 minggu kemudian)
DOKTER KELIMA
Sesampainya di Rumah Sakit Changi General Hospital, aku bertemu dengan dokter kulit perempuan berambut bob dengan kacamata yang membuatnya terlihat bagaikan jenius. Aku hendak membuka pakaianku dan menunjukkan padanya bentol bentol yang menyiksa itu. Ia mencegahku dan bilang ia hanya ingin berbincang bincang terlebih dahulu sebelum memeriksa bentol bentol merah yang sangat menyiksaku itu.

Dengan santainya, ia membenarkan diagnosis dokter keempatku.. yang menyebut Pityasis Rosea sebagai gatal gatal yang kuderita selama ini. Dokter ini mengatakan bahwa Pityasis Rosea tidak berbahaya sama sekali, tidak menular dan menjangkit selama 11-12 minggu, akan hilang tanpa bekas dan timbul hanya di area tubuh yang tertutup oleh pakaian. Aku bertanya padanya, apa penyebabnya? Ia menjawab bahwa PR disebabkan karena aku mengkonsumsi sesuatu yang tidak kusadari tidak cocok dengan tubuhku. Jika bentol kemerahan itu tidak hilang dalam maksimum 13 minggu, maka si penderita harus menjalani terapi khusus demi menghilangkan satu persatu bentol nan gatal itu.

Sepulangnya dari rumah sakit, aku membawa sekantong obat.. dan bukan kantong kecil melainkan sebuah kantong berat berisi 3 tube besar krim bentol dan 3 container besar krim penghalus kulit, tiga renceng obat tidur dengan dosis tinggi di waktu malam, dan tiga renceng obat penghilang rasa gatal untuk siang hari. Dokter sempat menyebut, jika salep saja cukup menahanku dari menggaruk maka aku tidak perlu mengkonsumsi kedua pil ini karena dosisnya cukup tinggi.

Aku mulai menghitung sudah berapa lama sudah aku menderita bentol bentol ini, 9 minggu sudah! Jadi penderitaanku hanya tinggal 3 minggu dan aku berdoa kalau aku tidak perlu melewatinya hingga 3 minggu. 2 Minggu kemudian aku benar benar sembuh total, tidak gatal dan semua bercak merah itu perlahan menghilang sampai tidak ada bekasnya sama sekali. Dan dua minggu terakhir itu, tidurku nyenyak.. aku kembali bisa tidur seperti babi tanpa harus terbangun. Aku sangat mengucap syukur. Thanks G. ๐Ÿ˜€

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s