Tuesday My Movie

Shaolin

Pemandangan kejam sebuah pembunuhan terjadi di Shaolin oleh Hou Jie, yang diperankan Andy lau, disaksikan oleh Cao Man (Nicholas Tse) dan seluruh orang di Shaolin yang menatap ngeri peristiwa itu.

Sejak itu Hou Jie dianggap sebagai sampah bagi orang-orang Shaolin, Hou Jie bahkan tega membunuh kakaknya sendiri yang bermaksud tulus untuk menikahkan anak lelakinya dengan anak perempuan Hou Jie. Di balik perseteruan kedua kakak beradik ini, Cao Man mengambil kesempatan untuk sekaligus menggulingkan kekuasan Hou Jie.

Pada malam yang sama, berbagai serangan bertubi tubi mengakibatkan Hou Jie, istri dan anaknya terpisah. Namun Hou Jie berhasil menemukan anaknya dan berdua mereka melarikan diri ke bukit bukit terjal dalam pengejaran. Hou Jie kuat, namun anaknya tidak kuat dan tidak sadarkan diri karena benturan benturan kuat yang dialaminya.

Keesokan paginya, ia membawa anaknya ke Shaolin. Orang-orang di Shaolin enggan menerimanya, namun ketua Shaolin menerimanya dengan tangan terbuka. Dengan gaya kasarnya, Hou Jie memaksa orang orang untuk menyembuhkan anaknya, anaknya terbangun dan berkata, “Papa aku baik baik saja, jangan marahi mereka.” Scene ini mengingatkan pada sebuah scene terdahulu sewaktu anak ini terpeleset dan Hou Jie memaki pembantunya dengan kasar, si anak juga mengatakan hal yang sama.
Namun kali ini, ternyata kalimat tersebut ialah kalimat terakhir yang keluar dari mulutnya sebelum ia mati.

Hou Jie memaki, namun tidak ada yang berkutik karena tidak dapat membangkitkan anak itu kembali. Si istri datang ke shaolin dan memukul Hou Jie karena anak mereka menjadi korban akibat semua permusuhan yang ditabur Hou Jie selama ini. Suami istri ini berpisah, Hou Jie terjatuh disebuah jebakan yang dibuat Cook (Jackie chen) di hutan.

Singkat cerita, Hou Jie memutuskan untuk menjadi biksu, dan belajar mengendalikan amarahnya. Ia menghabiskan waktu untuk berlatih sendiri karena anak anak di Shaolin takut berdekatan dengannya. Hanya cook yang tidak takut padanya. Cook bukan shaolin petarung, ia seorang shaolin dengan keterampilan memasak dan menghabiskan waktunya dengan shaolin shaolin kecil.

Hou Jie menemukan tindakan jahat Cao Man yang tidak dapat ditolerir, Cao Man membuka kesempatan untuk penjajah asing menguasai daerah mereka asalkan ia mendapatkan senjata tercanggih. Cao Man jahat dan cerdik, tapi untuk pikiran jangka panjang, otaknya termasuk bodoh. Ia bahkan bersedia menjadikan orang orang sebangsanya sendiri , korban pembunuhan massal demi mengambil barang barang antik mereka untuk diberikan ke pihak penjajah asing.

Hou Jie tahu hanya ia yang bisa menghentikan Cao Man, dan ia pergi membebaskan sekelompok orang banyak yang hendak dibunuh massal supaya Cao Man menyadari bahwa Hou Jie masih hidup. Dengan perasaan tidak amannya, Cao Man dan rombongannya mengejar Hou Jie. Cao Man sudah membunuh pengikut-pengikut setia Hou Jie yang mencela Cao man karena kekejamannya.

Akhir cerita, Sebagian dari Shaolin berhasil melarikan penduduk ke kota yang lebih aman sementara ketua Shaolin dan murid murid terbaik tewas tertembak oleh para perwira Cao Man. Cao Man bertarung dengan Hou Jie dan si penjajah asing mengambil kesempatan untuk melemparkan bom peledak ditengah kekacauan tersebut.

Cao Man masih hendak membunuh Hou Jie dan menyelamatkan dirinya sendiri, namun Hou Jie menyelamatkan Cao Man yang hampir tertimpa bongkahan pilar pembangun. Hou Jie mati dan terlempar ke tangan Patung Budha raksasa.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s