Tuesday My Movie

No Strings Attached

I love this movie.. I agree that the thriller wasn’t awesome at all, and I honestly watched this because Irene dragged me into it. My friend, Vanny, mentioned that Just Go with It is much better so I thought this is going to be….. But totally, this is freaking funny. I don’t regret every single minute that i spend for it.

Emma dan Adam merupakan teman lama, yang tidak dekat, yang tidak menghabiskan waktu bersama-sama. Adam memang tertarik pada Emma sejak awal tetapi Emma yang tidak percaya dengan hubungan pria wanita menganggap hubungan sebagai hal yang menghabiskan waktu dan tidak berguna. Kencan persahabatan mereka dimulai saat Adam hadir di pemakaman ayah Emma yang cukup mengejutkan. *Scene ini lucu banget karena Adam tidak tahu apa apa tentang pemakaman ini, ia kira ini adalah sejenis acara keluarga yang tidak formal..*

Adam merupakan seorang anak dari aktor drama serial terkenal, yang hidup dengan bekerja di studio syuting tanpa peran yang berarti. Ia berada dalam bayang bayang ayahnya dan selalu ingin keluar, ia suka menulis cerita namun belum pernah mendapat kesempatan untuk mendapati tulisannya di filmkan. Ia sangat marah begitu mendapati mantan kekasihnya, ternyata berpacaran dengan ayahnya. Namun tidak ada yang dapat dilakukannya selain merasa marah.

Ia mendatangi kedua temannya, Eli dan Wallace, menceritakan keluh kesahnya dan mulai merasa mabuk dan berkata bahwa ia akan menelepon semua gadis yang ada di daftar telepon ponselnya supaya ia bisa tidur dengan salah satu dari mereka malam itu. *Scene ini lucu banget, Wallace yang diperankan Ludacris itu lucu!*

Keesokan paginya, Adam terbangun, tanpa pakaian dan hanya sebuah selimut tipis menutupi bagian pribadinya. Ia membuka matanya dan terperanjak melihat seorang gadis India dengan tubuh gemuk dan rambut berantakan sedang duduk menatapnya polos. “Kamu mungkin tidak ingat namaku,” kata gadis itu. Adam merasa tidak enak hati, ia bilang ia tidak bisa ingat tetapi ia menghargai gadis itu. “Apa? Kau pikir kita semalam…” gadis itu berkata.

“Adam, kau meninggalkan kaos kakimu di kamarku.” sela seorang pria bertubuh besar dengan suara kebancian, melempar kaos kaki Adam. Adam merasa terkejut, mungkin ia justru meniduri pria ini.. sampai ada dua buah wajah yang dikenalnya yakni Emma dan temannya Patrice. Adam merasa malu mengetahui semalam ia mabuk dan datang ke rumah Emma, melempar semua pakaiannya dan mengatakan hal hal yang memalukan.

Siang itu, Adam dan Emma menghabiskan 10 menit untuk hubungan seks. Sejak kala itulah, mereka terlibat dalam hubungan seks tanpa menjadikan hubungan mereka benar benar sebuah hubungan. Mereka bisa berhubungan dimanapun, di mobil, di rumah sakit tempat Emma bekerja, dimanapun!

Tibalah akhirnya, waktu waktu dimana Emma disukai oleh pria lain dan Adam merasa cemburu. Tetapi tanpa status kekasih, tidak ada yang bisa dilakukannya. Emma justru merasa marah karena kecemberuan Adam dan memutuskan mereka harus meniduri orang lain sebelum melanjutkan hubungan seks yang tanpa komitmen itu. Adam berhasil mendapatkan dua perempuan malam itu, dua perempuan yang saling menyukai dan tidak menggubris Adam, namun digunakannya kesempatan itu untuk mengambil gambar dan mengirimkannya ke ponsel Emma.

Emma kalap dan langsung meninggalkan seorang pria, yang juga dokter seperti dirinya, yang tampan dan dewasa serta menyukainya menuju rumah Adam dan mengusir dua wanita yang tidak bersalah itu. Sejak itu, mereka dekat, tetapi tetap tidak ada hubungan berkomitmen.

Katie, adik Emma, datang dengan berita bahwa ia telah dilamar kekasihnya. Emma merasa hal itu sangat tidak masuk akal karena katie baru berusia 22 tahun, dan ia menjadi marah karena ibunya ternyata juga sudah memiliki kekasih. Ia tidak merasa kekasih adalah sesuatu yang diperlukan seseorang, namun ibu dan adiknya masih percaya, peduli dan ingin hidup dengan cinta. Malam itu Emma merasa stress, dan Adam datang membawa makanan untuk semua teman rumahnya sekaligus CD berisi lagu lagu patah hati dan kesedihan.

Beberapa hari kemudian, Adam meminta Emma untuk datang menemaninya makan malam dengan ayah dan mantan kekasihnya. Emma tidak setuju namun merasa iba dengan wajah memelas Adam yang sesungguhnya enggan pergi itu. Sesampainya di restoran, Adam menjedukkan kepalanya ke piring mendengar ayahnya ingin mempunya seorang bayi dengan mantan pacarnya itu. Emma, membela Adam, dengan emosi memarahi mantan pacar Adam yang benar benar berbuat tidak pantas dengan memilih ayah Adam sebagai kekasih.

Setelah peristiwa itu, Emma setuju dengan kencan valentine yang diharapkan hanya satu satunya dengan Adam sebagai ucapan terima kasih Adam karena Emma telah membelanya didepan ayahnya. Emma memperingatkan Adam untuk tidak membawa bunga. Di saat yang sama, Patrice dan Eli diam diam mulai menjalin hubungan setelah sebelumnya pergi ke acara bersama Emma dan Adam.

Hari valentine tiba. Adam membawa seikat wortel ganti bunga dan menyerahkannya pada Emma. Emma menyerahkan kartu valentine dengan kata kata puitis yang tidak dimengerti oleh Adam.
“You make my heart have premature ventricular contractions”-Emma ~ No String Attached. Means: u make my heart skip a beat

Kencan mereka dimulai dengan bermain golf, milk shakes dan berakhir dengan pertengkaran hebat karena Adam menyatakan perasaannya pada Emma. Emma marah dan mereka bertengkar hebat, Emma mengeluarkan pukulan pukulan yang sama sekali tidak menyakitkan bagi Adam. Tubuhnya tidak sakit, tetapi hatinya sakit. Malam itu mereka memutuskan untuk tidak lagi bertemu.

Sejak malam itu, Adam fokus dengan tulisannya dan merasa senang saat Lily, rekan seniornya yang suka padanya, memuji tulisannya dan merekomendasikan tulisan itu untuk difilmkan oleh atasan mereka. Adam mencoba membuka hati untuk Lily yang cantik namun kikuk.

Emma sendiri menghabiskan waktu menjadi zombie, ia tidak punya semangat dan lebih banyak berdiam diri. Setibanya ia dirumahnya sendiri, untuk menghadiri pernikahan adiknya keesokan harinya, ia mulai bercerita dari hati ke hati dengan Katie. Katie sedikit enggan, karena tahu jelas karakter kakaknya yang selalu mencela hubungan percintaan dan antipati. Tetapi ia sungguh terkejut mendengar kakaknya jatuh cinta pada Adam dan menyesal telah menyia-nyiakannya.

Emma menguatkan diri, untuk kembali ke kota dan menjelaskan pada Adam perasaan yang sebenarnya. Adam sendiri sedang mencoba lebih jauh dengan Lucy meski mereka berdua sama sama kikuk karena chemistry yang tidak cukup banyak diantara mereka. Emma shock melihat Adam jalan berdua dengan Lucy, dan memutuskan untuk menyetir balik dengan segentong kue yang dimakannya di mobil sambil memutar lagu Bleeding love Leona Lewis.

Takdir berkata lain, Alvin, Ayah Adam terkena serangan jantung. Adam langsung berlari ke rumah sakit, dan mendapati mantan kekasihnya memutuskan ayah Adam. Emma yang menerima telepon dari temannya yang sedang jaga di rumah sakit langsung berlari menuju rumah sakit. Syukurlah kondisi Alvin membaik, Emma mengajak Adam berbicara berdua.

I’m warning you, if you take one step closer, I’d never letting you go. – Adam ~ No Strings attached

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s