Sunday Service

Ada Perubahan Rencana! (There’s Been a Change of Plans)

Hari ini kita akan belajar dari cerita natal yang terjadi di alkitab 2000 tahun lalu. (Baca Lukas 1:26-38) Kita akan melihat dari sudut pandang Maria terhadap kejadian ini.

Berapa banyak dari kalian yang suka merencanakan sesuatu, coba angkat tangan? Iya kebanyakan yang duduk di depan mengangkat tangan. Saya sudah menduga kalian pasti tipe planner.
Berapa banyak dari kalian yang tidak suka merencanakan sesuatu, coba angkat tangan? Iya, kebanyakan yang nonton kotbah online sudah pasti bukan planner. 🙂

Tuhan suka memberi kejutan. Kisah sebelum kelahiran Yesus tersebut adalah sebuah contoh nyata.

Kita tahu bahwa waktu itu, Maria akan menikah dengan Yusuf dalam waktu dekat. Namun Malaikat datang kepada Maria terlebih dahulu; untuk memberitakan padanya bahwa Ia akan mengandung, dan Yusuf sendiripun sempat ketinggalan berita. Maria terkejut. Yusuf pun terkejut dan mengetahuinya belakangan dari malaikat.

Saya dan adik saya suka memberi kejutan kepada mama kami. Istri saya pernah berkomentar “Kalian berdua suka memberi kejutan untuk mama, tetapi pernahkah kalian bertanya jika mama menyukai kejutan?” Apakah kalian juga pernah bertanya pada Tuhan, “Tuhan, memangnya saya suka kejutan?”

Maria menerima perubahan rencana dari Tuhan, dan meletakan rencanaNya diatas rencananya sendiri.

Mungkin kamu berencana untuk merayakan natal bersama keluarga besarmu setiap tahun, namun tahun ini mungkin tidak bisa lagi karena orang tuamu bercerai?
Mungkin kamu berencana untuk pensiun dini karena sudah mengumpulkan cukup uang, namun tiba-tiba ada kebutuhan lain yang membuatmu harus tetap bekerja, bahkan mungkin mencari penghasilan tambahan?

Untuk orang yang suka merencanakan sesuatu, itu pastinya akan menjadi pukulan berat. Saya adalah salah satunya.

Dalam hidup ini mungkin ada kejutan yang muncul tiba tiba. Mungkin bukan malaikat yang datang dan berkata kepadamu. Kalau malaikat yang datang itu; lebih jelas tentunya.

Kalau saya sendiri, saya bisa menerima perubahan rencana, tetapi saya tidak suka perubahan rencana itu terjadi tanpa persetujuan saya. Demikian juga dengan orang kebanyakan, intinya kita suka memegang control untuk rencana-rencana di hidup kita.
Namun terkadang kehidupan datang dengan pengumuman yang tiba-tiba bahwa ada perubahan rencana.

Apapun yang terjadi
Apapun yang mereka lakukan
Siapapun yang muncul
Bagaimanapun mereka muncul
Apapun yang terjadi yang seharusnya terjadi
Berapa lamapun menunggu kekasihmu melamar
Berapa lamapun engkau menunggu pasangan hidup itu datang
Berapa lamapun engkau berpikir bahwa semuanya tidak akan menjadi baik kembali
Saya mau mengingatkanmu,
Jangan biarkan rencanamu, membuat kamu melewatkan rencana/rancangan Tuhan di hidupmu
Saya mau mengingatkan, Jangan sampai rencanamu menggagalkan Tujuan yang Tuhan punya di hidupmu.

Maria, kamu sedang mempersiapkan sebuah pernikahan. Tetapi sementara kamu merencanakan pernikahan, DIA sedang merencanakan untuk menyelamatkan dunia ini.

Maria bukan menolak untuk mempunyai anak, tetapi sebenarnya kalau dipikir bukankah itu terbalik? Hamil sebelum menikah?

Apa yang akan kau lakukan ketika kehidupan memberimu pengumuman, dan membuat perubahan tanpa mengkonsultasikan rencana yang kamu punya?
Tuhan memang tidak mengecek kalendermu sewaktu menjalankan rencanaNya. Dan DIA memang mengganti sebagian dari rencanamu.

1. Bersiap untuk interupsi. Mau tidak mau kita harus lebih fleksibel.
Kadang-kadang hal yang menginterupsi itu justru rencana di agenda Tuhan selama ini.

2. Bersiap untuk ketidaknyamanan.

Sewaktu maria menemukan dirinya hamil, dan harus menjelaskan kepada orang-orang ini bukan MBA (Married by Accident) ~ Saya yakin itu ketidaknyamanan.

Bapa tentu mampu merancangkan tempat yang lebih layak untuk Maria melahirkan Yesus. Tetapi cerita natal ini juga ditujukan untuk mengingatkan kita untuk mempersiapkan ketidaknyamanan.

Kadang kita menginginkan kesempurnaan, dan harapan kita terhadap kesempurnaan tersebut bisa menghentikan kita menghargai perjalanannya dan pertumbuhannya sedikit demi sedikit.

Segala sesuatu tidak perlu jadi sempurna untuk kita menghargainya. Itu memang sulit untuk seorang perfeksionis. Tapi ingatkah kamu, bahwa Tuhan tidak menunggumu sempurna baru mengirimkan Yesus untuk mu? (Roma 5:8) Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.

Kalau kamu pernah berpikir bahwa Yesus adalah kartu terakhir; bahwa BAPA telah mencoba mengirim Musa, Daud, Elia dan orang-orang lainnya baru memutuskan mengirim Yesus karena rancangan mengirim Musa dan seterusnya tidak memberikan hasil yang sempurna ~ saya mau bilang kalau saudara salah.

Yesus telah menjadi fondasinya. Bapa sudah tahu sejak awal kalau kita tidak akan bisa menjadi sempurna, luar-dalam, dengan pikiran-perasaan-perbuatan kita. Ia sudah mengetahuinya dan karena IA sempurna, IA hanya bisa mengirimkan anakNya yang sempurna itu ke tengah tengah kita, mati untuk kita dan naik kembali ke surga serta mengirimkan Roh Kudus kesini untuk bersama kita.

3. Bersiap untuk kemustahilan.

Mungkin beberapa dari kalian sedang menghadapi hal yang mustahil musim ini, yang mustahil bisa diperbaiki, mustahil rasanya memikirkan bahwa kamu sedang berada di kondisi semacam ini sementara janji Tuhan adalah membawamu ke kondisi yang berbeda 180 derajat dari situasi sekarang. Tetapi tidak ada perkataan Tuhan yang gagal.

Seorang teman saya yang juga pengkotbah, menemukan anak gadisnya yang berusia 5 tahun meninggal. Hal ini terjadi dua tahun yang lalu. Ia seorang papa yang luar biasa, sehingga saya tidak berani bertanya apa yang dilakukannya di akhir pekan bersama anak-anaknya karena saya rasa saya akan merasa bersalah terhadap anak-anak saya.

Tahun ini, tepat di hari kematian anaknya, ia dan ketiga anaknya yang lain pergi bersama menjenguk kubur anak gadisnya yang telah meninggal itu. Ia tidak mengubur dirinya dibalik ranjang sambil menyalahkan Tuhan. Apa yang hendak kamu lakukan? Ketika kehidupan berubah begitu saja tanpa mengkonsultasikannya padamu. Ditengah kondisi yang demikian, teman saya ini berkata bahwa ia tetap percaya Tuhan masih punya tujuan. Jangan biarkan apa yang hilang darimu membuat kamu melewatkan apa yang masih tertinggal.

(Yeremia 29:11) Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.

Kita sering merasa kebingungan antara rencana dan janji Tuhan. Tapi saya mau mengingatkan saudara bahwa:
Rencana mungkin berubah, tetapi janji Tuhan tidak pernah.
Rencana mungkin berubah, tetapi pikiran Tuhan tidak pernah.
Rencana mungkin berubah, tetapi rancangan yang Tuhan punya atas hidupmu tidak.

Jangan mempercayakannya pada rencanamu, tetapi rencanaNya.
Tidakkah kamu pernah berpikir kalau semuanya terjadi sesuai rencana dan agendamu, kamu tidak lagi memerlukan Tuhan? Kamu tidak akan perlu lagi Immanuel itu. IA mau kamu percaya padaNya, pada rencanaNya.

Ada diantara kamu yang saat mendengar kotbah ini, Tuhan hendak berkata padamu, “Aku sendiri datang untuk menyelesaikannya bagimu, sekarang.”

Advertisements

One thought on “Ada Perubahan Rencana! (There’s Been a Change of Plans)

  1. Setelah membaca ada perubahan rencana,disini ak dikuatkan,benar rencana manusia yg bagi kita udah sempurna dan tiba2 perubahan terjadi itu mengagetkan,sebuah kejutan yg tidak nyaman,yg terkadang berkata sendiri kok bisa terjadi,beban yg berat,setelah membaca ak lebih dikuatkan,bahwa rencana Tuhan sedang bekerja dalam diri aku,semakin lama waktu yg berjalan semakin rencana Tuhan buat ak indah,thx GOD

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s