Sunday Service

Menjalani Hidup Dengan Yakin dan Percaya (Live With Full Assurance And Confidence)

Setelah menyaksikan sebuah video kesaksian dari Albert Pujols, seorang pemain Baseball dari Amerika yang sempat menjadi juara dunia selama beberapa kali, lampu panggung yang semula gelap kembali terang dan Ps Prince memulai kotbahnya:

Ingat kotbah beberapa minggu lalu, Pemulihan yang datang dariNya selalu lebih baik dari segi kualitas ataupun kuantitas? Ketika Tuhan Yesus menyembuhkan (memulihkan) mereka yang terkena kusta (pada zaman dahulu orang yang terkena kusta, dijauhi dan menjadi orang terbuang), ialah Tuhan Yesus menyentuhnya lalu menyembuhkannya. Ini adalah sebuah potret bahwa Yesus menerimanya lebih dahulu (menyentuhnya), baru menyembuhkannya. Ini adalah sebuah gambaran bahwa di dalam Kasih Karunia, semuanya jadi lebih baik. Kita melangkah dari manusia kita yang dahulu (Tuhan Yesus menyentuh kita) dan berjalan menuju manusia yang semakin menyerupai Kristus (Tuhan Yesus memulihkan kita).

Yesus, adalah Pribadi yang dengan tanpa sungkan mencuci kaki kedua belas muridNya. Yesus menyadari kedudukanNYA didalam Tuhan namun tetap bersikap rendah hati. Sesungguhnya hanya orang yang merasa tidak aman yang biasanya mempertahankan gengsi. Kerendahan hati itu tidak bisa dibeli oleh orang yang merasa tidak aman dengan posisinya.

Saya percaya bahwa orang yang merasa posisinya aman didalam Tuhan, karena menyadari kasih Tuhan untuknya, akan selalu bisa menjalani hidupnya dengan lebih baik. Tidak ada bedanya dengan seorang anak yang merasa yakin kalau ayah-ibunya mengasihinya.

Kalau si anak terus hidup dalam ketakutan mengecewakan orang tuanya karena orang tuanya suka menghukum ~ anak tersebut tidak dapat hidup dengan aman didalam kasih orangtuanya untuknya. Ia pun akan terjun didalam kondisi dimana ia baru merasa orang tuanya mengasihinya kalau ia bisa menghasilkan sesuatu, sebaliknya jika tidak, ia akan merasa dirinya tidak berarti. Dan setahu saya, Tuhan saya tidak demikian.

Kebanyakan orang, ketika diingatkan terus untuk tidak berbuat dosa, malah akhirnya jatuh dalam dosa.

Tuhan melihat seluruh hidupmu. Seluruh kesalahanmu sudah diampuni, lalu apa keinginan untuk berdosa itu jadi menggebu gebu dalam hatimu? Sebaliknya, kamu justru ingin mengetahui Siapa sih Pribadi yang mencintaimu sampai demikian. (Roma 6:1-2)

Sebelum salib, ada pengingat akan dosa setiap tahun. (Ibrani 10:3) Tetapi justru oleh korban-korban itu setiap tahun orang diperingatkan akan adanya dosa.

Sebelum salib, dosa itu harus dibayarkan sampai ke keturunan ketiga dan keempat.

Sesudah salib, (Ibrani 8:12) Sebab Aku akan menaruh belas kasihan terhadap kesalahan mereka dan tidak lagi mengingat dosa-dosa mereka.

Sesudah salib, TUHAN telah mengambil perjanjian yang lama (hukum taurat) dan menggantikannya dengan perjanjian yang baru (kasih karunia). (Ibrani 10:9). Tuhan menemukan cacat pada perjanjian yang pertama itu (Ibrani 8:7) Sebab, sekiranya perjanjian yang pertama itu tidak bercacat, tidak akan dicari lagi tempat untuk yang kedua. Namun perjanjian yang pertama itu tetap harus digenapi sehingga Yesus harus datang ke dunia ini, menggenapi hukum taurat tersebut dengan karyaNya (Hidup 33 tahun tanpa dosa sampai mati menggantikan kita supaya kita memperoleh hidup, dan tidak perlu membayar dosa sampai keturunan kita yang ketiga dan keempat).

Tidak dapat di pungkiri, bahwa ada tipe pengkotbah yang dalam giatnya melayani Tuhan, memiliki gambaran yang berbeda terhadap Tuhan dari gambaran yang saya miliki. Ada pengkotbah yang galak, karena Ia sendiri lebih banyak menggambarkan Tuhan sebagai Tuhan yang pemarah. Ia sendiri pun akan marah terhadap dirinya sendiri jika ia tidak/melakukan ini dan itu.

Kalau gambaran yang saya miliki adalah gambaran Tuhan sebagai Kasih, jadi pendekatan saya adalah semakin kita datang padaNya maka kita akan semakin hidup; karena kita membiarkanNya terus mencintai kita. Kita membiarkan diri kita diisi dengan cintaNya.

Pada perjanjian lama, jikalau Allah menerima Imam besar, Ia telah menerima seluruh bangsa itu. (Ibrani 10:19-25) berdasarkan ayat di bacaan ini, Imam besar itu kita adalah Yesus, yang tentu saja sudah diterima Tuhan untuk selamanya.

Kita dapat hidup menikmatiNya, menikmati penerimaanNya. Itu justru tugas kita. Iman adalah menikmati. Tuhan mau kamu bisa berbicara padanya, sama seperti ketika kamu sambil mengopi mengobrol dengan temanmu selama 4-5 jam. Sekarang mungkin berdoa sebentar saja kamu sudah merasa tidak tenang. Kalau benar begitu, ada yang salah disana, cara hidup yang salah karena yang kamu percaya salah dikarenakan menerima ajaran yang salah.

Ayat 22: Iman
Ayat 23: Pengharapan
Ayat 24: Kasih
Ayat 25: Jangan tinggalkan pertemuan ibadah

Saya akan membacakan sebuah kesaksian saudara kita dari Amerika Serikat ini:

Maret 2012, saya terjerat dalam ketergantungan rokok dan pornografi. Saya tetap terjerat bahkan setelah saya menikah. Namun saya memutuskan untuk tetap mendengar pesan mengenai kasih karunia Tuhan, mengisi diri saya dengan kasih karunia Tuhan. Jerat itu tidak lagi membelenggu saya setelah saya tinggal tenang didalam Dia.
Sekarang saya bisa membuka laptop tanpa selalu berakhir di situs porno. Saya berhenti merokok dan menggunakan marijuana.

***

Saya hendak menjelaskan apa itu dosa yang disengaja didalam Ibrani 10:26. Sebab jika kita sengaja berbuat dosa, sesudah memperoleh pengetahuan tentang kebenaran, maka tidak ada lagi korban untuk menghapus dosa itu.

Ayat 26-31, Apa itu dosa yang disengaja?

Dosa yang disengaja adalah menolak Yesus Kristus.
Mengetahui semua yang DIA sudah lakukan untuk kamu (mengetahui kebenaran) namun kamu tetap berbalik dan hidup seperti di zaman perjanjian lama. Itu sama seperti tidak menerima bahwa karyaNya itu sudah selesai.

Baca Bilangan 15:30-35 Itu adalah jenis dosa yang disengaja di perjanjian lama, terhadap hukum taurat (perjanjian lama).

Dengan sengaja itu berarti Dengan sepengetahuan, telah memutuskan.

Bagaimana kita mendukakan Roh Kudus? Dengan sengaja, mengetahui apa yang telah dilakukan Yesus buat kita, namun tetap menolak Nya.

Yudas Iskariot adalah contoh orang yang mengetahui kebenaran, tetapi tidak menerima kebenaran itu sendiri (Tuhan Yesus sendiri). Pergi ke gereja tidak menjadikanmu anak Tuhan, sama seperti masuk ke garasi tidak menjadikan engkau mobil; atau masuk ke Mcdonald menjadikan engkau Bigmac.

Saya bukan berkata bahwa keselamatanmu itu tidak bisa hilang tanpa dasar. Saya membaca (Yohanes 10:28-29) dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku. Bapa-Ku, yang memberikan mereka kepada-Ku, lebih besar dari pada siapapun, dan seorangpun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa.

Ini ditujukan tentu saja untuk kita, anak-anakNya, orang-orang yang menerima Kristus itu sendiri dan kebenarannya. Posisi kita itu di kuat digenggamNya.

Saya juga punya pesan untuk anak-anak Tuhan yang sudah terlanjur menikah dengan yang tidak seiman, suamimu /istrimu itu dikuduskan karenamu. Bagi Tuhan: Orang Israel: Memiliki kedudukan tersendiri di hatiNya. Orang Percaya (Menerima Kristus, KebenaranNya & kuasa kebangkitanNya): Diselamatkan Orang Non Percaya yang disatukan dalam pernikahan dengan orang percaya: Dikuduskan. Orang Non Percaya yang merupakan keluarga dengan orang yang percaya: Dikuduskan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s