Sunday Service

Ini Tidak Seburuk Kelihatannya (It’s Not What It Looks Like)

Berikut adalah catatan kotbah Ps Steven Furtick beberapa minggu lalu:

Saya bersyukur untuk Yesus. IA berada bersama kita, berjalan bersama kita, memberikan kita kedamaian, memimpin kita, menguatkan kita dan menjadi Tuhan kita untuk selama-lamanya.

Saya akan mengambil kisah Yusuf, suami Maria, ayah Yesus pada hari ini. Baca Matius 1:18-25.

Ayat 20, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: “Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus.” Yang kalau dengan bahasa saya sendiri, malaikat tersebut berkata “Yusuf, mungkin sepertinya Maria mengkhianatimu. Maria seperti orang yang sedang berhalusinasi, membohongi diri sendiri dan mengatakan bahwa anak yang dikandungnya ialah dari Tuhan; tetapi saat ini aku (malaikat) datang dan berkata bahwa apa yang dikatakan Maria itulah yang sebenarnya.”

Yusuf hampir saja hendak meninggalkan Maria, melihat kondisi tersebut. Sampai malaikat mendatangi dia dan menjelaskan padanya apa yang sebenarnya terjadi. Menurut saya, ayat 20 tersebut secara langsung juga menjelaskan bahwa:

Setiap orang memerlukan perjumpaan pribadi dengan Tuhan.
Kamu tidak bisa hidup dengan iman nenek moyang mu atau iman orang tua mu
Kamu harus mendapatkan perjumpaan pribadi dengan Tuhan sendiri
Kamu tidak bisa hidup bagi Tuhan seorang diri, dan benar memang ada saudara-saudara seiman yang bisa menguatkan Kamu
Tetapi kamu tidak bisa hidup dengan iman mereka
Kamu membutuhkan perjumpaan pribadi dengan Tuhan
Kamu membutuhkan pengertian tentang siapa Tuhan itu untuk dirimu sendiri
Lalu kamu memberikan respon terhadap Dia, dari dirimu sendiri

Saya akan mengulang ulang kalimat ini sepanjang saya berkotbah, bahwa Ini tidak seburuk yang terlihat.

Didalam sebuah keluarga biasanya ada anggota keluarga yang pemalu dan juga anggota keluarga yang tidak tahu malu. Contohnya, di keluarga saya sendiri, saya adalah pemalu sementara ayah mertua saya bisa dibilang tidak tahu malu.

Yusuf seharusnya bisa mempermalukan Maria karena hamil sebelum mereka menikah. Mungkin saja ia merasa malu diketahui orang mendapati Maria hamil sebelum menikah, tidak mustahil jika ia merasakan berbagai perasaan. Tetapi Yusuf memilih untuk tidak mempermalukan Maria.

Bahkan sebelum ia mengetahui kebenarannya, Ayat 19 Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam.

Hal ini menggambarkan Bapa kita di sorga yang seharusnya merasa dipermalukan dengan sikap dan tingkah laku kita; Dia bisa merasa malu, tetapi yang terjadi justru Tuhan tidak mempermalukan kita untuk setiap kesalahan kita.

Kasih karuniaNya tidak kenal malu (tidak tahu malu).
Tuhan tidak malu terhadapmu
Tuhan tidak takut, IA tidak menjadikan apa yang orang pikirkan menghentikan Dia
Sikap Tuhan terhadap kita, tidak tahu malu.

Didalam kehidupan kita, kadang kita menghadapi hal yang memalukan, menyakitkan, perih, mustahil.. dan Tuhan harus mengingatkan kalimat yang saya akan ulangi ini: ini tidak seburuk kelihatannya.

Tuhan menjawab kegalauan Yusuf lewat mimpi, dan Tuhan juga yang membuat wanita (pasangan hidup) bagi Adam sewaktu ia sedang tertidur. Ini juga berarti :

Hadiah/Kejutan/Jalan keluar terbaik dalam hidup mu mungkin tidak berasal dari kerja keras dan ambisimu. Justru sebagian dari hadiah/kejutan/jalan keluar terbaik yang pernah hadir di hidupmu datang ketika kamu melihat adanya susah payah namun IA adalah Tuhan. IA adalah Tuhan penolong, penyelamat, pembuat mujizat di hidupmu.

Mari kita berdoa seperti Paulus, Buka mata hatiku ya Tuhan. (Efesus 1:18)

Didalam kebaktian ini, saya tahu ada beberapa orang yang mengalami kegagalan. Kalian gagal sampai kalian berhenti percaya bahwa usaha kalian yang gagal; kalian merasa bahwa kalian orang yang gagal karena kegagalan tersebut terlalu signifikan.

Tapi mari lihat dari perspektif yang berbeda. Kegagalan bukan akhir dari segalanya.
Apa yang kelihatan sebagai akhir untukmu, adalah awal bagi Tuhan.
Itu yang saya lihat dalam hidup saya, saat jalan saya seperti sudah tamat dengan ending yang buruk untuk saya; itu justru menjadi potensi untuk Tuhan memulai sesuatu yang baru sesuai dengan rancanganNya.

Kegagalan itu bisa berupa mimpi/cita-cita yang gagal terlaksana, hubungan yang gagal, bisnis yang gagal dan lain sebagainya. Tetapi saya mau mengingatkan lagi bahwa : hal ini tidak seburuk kelihatannya. Kenapa dengan percaya diri saya bisa mengatakan itu?

Karena:

Tuhan adalah yang awal dan akhir. (Wahyu 1:8) Aku adalah Alfa dan Omega,…
Tidak ada yang sia-sia, tidak ada yang berakhir; sampai IA bilang begitu.
Jangan membubuhkan titik, ketika IA menaruh koma.
Ini belum selesai. Selama kamu masih hidup di dunia ini, ketahuilah bahwa Tuhan belum selesai. (Filipi 1:6) Ia, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus

Saat ini adalah kesempatan buatmu untuk merendahkan diri dan berkata “Tuhan, saat mimpi saya sudah mati; sekarang waktunya mimpiMu untukku yang bangkit dan menjadi hidup.”

Ibu saya, seringkali menaruh kado yang bagus di kotak bungkusan yang jelek, sementara kado yang biasa saja ditaruhnya didalam kotak bungkusan yang reyot

Bukankan Tuhan seringkali berbuat begitu?
Saya bisa membayangkan bahwa sebelum Yusuf mengetahui hal yang sebenarnya, menerima kenyataan bahwa Maria hamil sebelum mereka menikah sama seperti menerima kotak reyot. Tidak salah jika ia berkata dalam hati
“Aku setia, Bukankah aku berhak mendapatkan wanita yang setia?”
Tetapi kemudian kotak itu berisi Yesus, yang akan menyelamatkan dia, saya, kamu dan seluruh dunia ini? (Yakobus 1:17) Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang; pada-Nya tidak ada perubahan atau bayangan karena pertukaran

Tuhan adalah pemberi yang baik. Jika saat ini kamu sedang melewati situasi yang sulit, bertahan dan hargai momen tersebut. Saya dapat menjamin bahwa ada kekuatan yang disupply secara terus menerus dari Tuhan untukmu bertahan.

Di luar kotaknya (momen ini) kamu melihat sakit hati, luka, kesedihan, namun ketika kamu membuka kotak tersebut, didalamnya (momen didepannya alias tujuan utamanya) kamu mendapati ada kekuatan, pengharapan, yang memang kamu butuhkan untuk masa depanmu.

(Mazmur 84:11) Ia tidak akan menahankan kebajikan dari pada orang yang berjalan dengan tulus hatinya.

Apa yang dilakukanNya didalam engkau :
lebih penting daripada apa yang sedang terjadi di hidupmu saat ini.
lebih penting dari apa yang dilakukan orang-orang terhadapmu
lebih penting dari apa yang tidak dilakukan orang-orang terhadapmu
Apa yang dilakukanNya dalam hidupmu, lebih penting, seperti tertulis dalam (Roma 8:28) Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.

Itu tidak seburuk kelihatannya.

Jika engkau merasa tidak mempunyai peran signifikan/penting didalam hidupmu, ingatlah Daud. Daud menjaga domba sementara kakak-kakaknya yang lain pergi berperang.

Ketika Tuhan memilihmu, Ia melihat jauh melewati apa yang ada didepan mata.
Karena Tuhan melihat hati.

Jadi, Bagaimana hatimu?
Kamu dapat menipu semua orang yang kau temui dengan pencitraan yang kamu tampilkan dihadapan orang.

Namun, Bagaimana hatimu?
Kamu dapat tampil sebagai orang yang religius, tetapi hanya Tuhan dan kamu yang tahu apa yang terjadi sebenarnya didalam

Lalu, Bagaimana hatimu?
Apakah engkau dekat dengan Tuhan?

Untuk yang merasa belum dekat dengan Tuhan:

Jika di tahap ini kau sudah memutuskan untuk jujur
Jika kamu sebenarnya tidak punya koneksi dengan Tuhan lagi dan semua hanya pencitraan,
Jika kamu dulu mungkin pernah dekat dengan Tuhan tetapi sekarang tidak lagi.
Maka katakan : “Tuhan, ubah hatiku.”
Kamu datang kepadaNya, merendahkan diri. Jangan peduli pada apa yang dikatakan orang. “Kamu adalah ciptaan yang baru”
Ia menaruh hati yang baru didalam engkau.

Advertisements

2 thoughts on “Ini Tidak Seburuk Kelihatannya (It’s Not What It Looks Like)

  1. Ini tidak seburuk kelihatan nya,dari kotbah ini saya diberikan pengertian yg luar biasa,bahwa Tuhan adalah alfa dan omega,Apa yang kelihatan sebagai akhir untukmu, adalah awal bagi Tuhan,dan selama aku hidup di dunia ini,berarti Tuhan belum selesai,ak percaya Tuhan akan memberikan kejutan,hadiah,atau berkat yg luar biasa
    Juga disini diajarkan supaya hati ak merendahkan diri dihadapan Tuhan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s