Sunday Service

Jangan Tahan Nafasmu (Don’t Hold Your Breath)

Situasi yang kontras terjadi pada Yehezkiel, karena hal yang terjadi didepan matanya dan hal yang dikatakan Tuhan kepadanya sungguh bertolak belakang.

(Yehezkiel 37:4-6) Lalu firman-Nya kepadaku: “Bernubuatlah mengenai tulang-tulang ini dan katakanlah kepadanya: Hai tulang-tulang yang kering, dengarlah, Beginilah firman Tuhan ALLAH kepada tulang-tulang ini: Aku memberi nafas hidup di dalammu, supaya kamu hidup kembali. Aku akan memberi urat-urat padamu dan menumbuhkan daging padamu, Aku akan menutupi kamu dengan kulit dan memberikan kamu nafas hidup, supaya kamu hidup kembali. Dan kamu akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN.”

Hal-hal, Situasi, Kondisi yang terjadi disekeliling kita memiliki pengaruh yang besar terhadap diri kita. Contohnya, warna pakaian apa yang sedang trend tahun ini? Kitapun kunjung membeli pakaian dengan warna tersebut. Parfum apa yang sedang popular dan wajib dicoba? Lalu kitapun membeli parfum tersebut. Jenis musik apa yang digilai orang-orang masa ini? Orang-orang yang bekerja di bidang marketing, berusaha mencari tahu apakah hal-hal yang bisa membuat orang-orang mengeluarkan daya beli mereka.

Istri saya pernah bekerja menjadi seorang guru sekolah di daerah yang agak terbelakang. Di sekolah, para murid menunjukkan perkembangan yang bagus, namun setiap malam mereka kembali ke rumah dengan lingkungan yang keras, semrawut dan kacau.

Hal-hal, Situasi, Kondisi di sekeliling kita memiliki kekuatan untuk mempengaruhi kita. Namun tidak dipungkiri ada orang-orang yang bisa mengubah hal-hal yang terjadi disekilingnya. Kita mengambil contoh Yehezkiel, yang mengalami transformasi dalam kitab Yehezkiel 36 dan 37.

Tuhan sedang berada dalam proses membuat segalanya baru, dari kondisi yang dicemarkan oleh dosa. Tuhan meraih kita dengan kasih karuniaNya, meraih kita didalam situasi kita masing-masing. IA hidup diluar dimensi waktu, sehingga IA dapat membawa masa lalu kita dan menyelaraskannya dengan masa depan yang telah IA siapkan bagi kita.

Yehezkiel melihat hidup, pengharapan dan pemulihan dalam Yeh 36. Di Yeh 37, Yehezkiel melihat tulang-tulang orang-orang mati. Ada peralihan dari kondisi yang damai dan penuh pengharapan ke situasi yang berbanding terbalik, situasi yang tidak ideal.

Tidak dapat dipungkiri bahwa hal-hal, situasi, kondisi tidak ideal bisa terjadi dalam kehidupan ini. Namun kita harus tetap melangkah menghadapi situasi yang ada didepan kita sampai kita mencapai janji Tuhan yang telah disiapkanNya bagi kita.

Bangunlah jembatan dengan kata-kata yang kita ucapkan. Di ayat 4, Yehezkiel disuruh untuk bernubuat kepada tulang tulang tersebut. Mungkin Yehezkiel merasa bodoh, berbicara kepada tulang-tulang tersebut.

Kadang-kadang kamu harus berhenti berbicara tentang situasi yang engkau lihat, dan mulai berbicara tentang apa yang DIA lihat. Kita terlalu banyak berbicara tentang kondisi disekitar kita, daripada terhadap kondisi tersebut.

Kebanyakan dari kita begitu pintar dalam menjelaskan secara detail kondisi yang sedang terjadi didalam hidup kita, kondisi yang hampir sama dengan tulang-tulang orang mati itu.

Berhenti menceritakannya; berhenti berbicara tentangnya, mulai berbicara tentang apa yang sudah difirmankanNya, berbicara tentang janjiNya, sampai apa yang kamu lihat adalah janjiNya digenapi dalam hidupmu. Don’t Speak about what you see but what I said, until what you see become what I said.

Ini adalah sebuah keputusan yang harus kamu ambil ketika kamu sedang berada di lembah kekelaman, dikelilingi oleh tulang-tulang orang mati. Apakah kamu akan membiarkan situasi yang mempengaruhi kamu, atau seperti Yehezkiel kamu yang akan mengubah situasi di sekelilingmu?

Daripada menghabiskan waktu untuk mendengarkan dirimu sendiri, bicaralah kepada dirimu sendiri, seperti yang pernah dikatakan oleh Dr Martin Lloyd-Jones.

Terkadang kita merasa ragu, meragukan Tuhan mau mengerjakan sesuatu yang besar dalam hidup oragng sekecil kita; sekarang saya katakan: berhenti meragukan Tuhan.

Berhenti menjelaskan masalahmu dan mulailah bicara tentang janji-janjiNya dalam hidupmu. Engkau dapat berbicara kepada masalah-masalahmu tentang janji-janji Tuhan yang tertulis dalam FirmanNya, tetapi berhentilah membicarakan Hal-hal, Situasi, Kondisi itu sendiri.

Berhenti juga mendengarkan pemikiran negatif yang terlintas di benakmu, jika itu tidak sesuai dengan janjiNya yang tertulis di FirmanNya. Sebab FirmanNya tidak pernah berdusta.

Terus berbicara tentang janji-janjiNya, secara lebih detail. Beri perintah kepada hal-hal yang tidak sesuai dengan janjiNya dan lihat perubahan mulai terjadi.

Sebelumnya yang terlihat adalah semuanya hanya bertambah buruk dan akan hancur berantakan namun saat kamu memberi perintah kepada kondisimu untuk berjalan sesuai dengan janjiNya; maka kondisi itu pun terus berubah dan merefleksikan janjiNya. Berdirilah tegak.

Ketika situasi mulai membaik bukan berarti itu selesai sampai disana. Kamu mungkin sudah mencapai titik bahagia dan meraih kesuksesan yang kau kehendaki, bukan berarti didalamnya pun sudah demikian.

Seperti wanita paruh baya yang menaruh botox dan lotion untuk terlihat muda dari luar; seperti kehidupan yang religius ketika dilihat oleh orang luar; seperti tulang tulang yang diperintahkan Yehezkiel: mereka membutuhkan nafas setelah mereka bersatu.

Nafas dalam bahasa Ibrani, Ruah, berarti Nafas dan Roh. Beberapa kita sudah dibentuk tetapi belum diisi belum diisi dengan Roh Nya.

Saya sempat membaca buku Delirious yang ditulis oleh Martin Smith. Ia menceritakan bahwa ia hampir meninggal di usia 6 bulan karena mengalami Bronchial Pneumonia alias kesulitan bernafas. Ia tetap hidup karena bantuanmesin. Orang tuanya sudah hendak merelakannya, dan berdoa demikian: “Kami bersyukur untuk kehadiran Martin. Kami menerima, bahwa Ia harus kembali kepadaMU, tetapi Tuhan, tolong hembuskan nafas ke paru-parunya supaya ia dapat bersuara.” Tuhan menjawab doa tersebut, si bayi Martin pun membuat suara. Dan sepanjang hidupnya Martin terus membuat suara untuk memuliakan Tuhan.

Hidup kita diciptakan untuk membuat suara, untuk mendeklarasikan tentang Tuhan. Iblis pun tahu ketika kamu membuat suara, kamu tidak dapat dihentikan karena IA, Tuhan sendiri, yang meniupkan nafas itu kedalam hidupmu.

Iblis berusaha untuk mengambil nafasmu, mencabut nyawamu, tentu saja. Tetapi kamu bernafas sekarang, jadi kamu gunakan itu untuk tujuan yang telah dirancangkan Tuhan untukmu, bernafas, membuat suara, memuji Tuhan.

Advertisements

One thought on “Jangan Tahan Nafasmu (Don’t Hold Your Breath)

  1. Yang ak dapet,Tuhan sedang berada dalam proses membuat segalanya baru, dari kondisi yang dicemarkan oleh dosa.

    Tuhan meraih kita dengan kasih karuniaNya, meraih kita didalam situasi kita masing-masing.
    Ketika kita mengalami kekelaman,Janganlah kita dipengaruhi oleh situasi itu terus – menerus ,Tetapi kita mengubah situasi disekeliling kita
    berhenti juga mendengarkan pemikiran negatif yang terlintas di benakmu, Jika itu tidak sesuai dengan janjiNya yang tertulis di FirmanNya. Sebab FirmanNya tidak pernah berdusta,
    Iblis berusaha untuk mengambil nafasmu, mencabut nyawamu, tentu saja.
    Tetapi kamu bernafas sekarang, jadi kamu gunakan itu untuk tujuan yang telah dirancangkan Tuhan untukmu, Bernafas, Membuat suara, Memuji Tuhan,Amin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s