Sunday Service

Tunggu Sebentar lagi (This May Take a While)

Kita: Berapa lama lagi aku harus menunggu?
Jawab : Maaf, tetapi anda masih harus menunggu beberapa waktu lagi.

Jawaban yang tidak disukai oleh kebanyakan orang ketika sedang mengharapkan, berdoa ataupun menginginkan sesuatu.

Buah-Buah (Berbuah, Mengalami Kemajuan, Merasa Bermanfaat, Sukses dan Berhasil) dan Iman memiliki hubungan yang erat. Mereka adalah dua hal yang tidak terpisahkan. Didalam diri kita, ada kerinduan untuk berbuah, mengalami kemajuan dan merasa bermanfaat. Itulah sebabnya kita tidak merasa puas dengan berada di tempat/kondisi/situasi yang sama selama bertahun tahun, datar tanpa perkembangan berarti. Tuhan sendiri memberkati manusia untuk berbuah dan bertambah-tambah (fruitful, yang memiliki arti lebih luas daripada berkembang biak secara jasmani saja).

Saya pernah mendengar percakapan seorang pendeta dengan pendeta yang lebih muda:
“Tuhan tidak memanggilmu untuk menjadi sukses/berhasil, tetapi untuk menjadi setia.”
Jujur saja, kalimat tersebut adalah penyemangat untuk orang yang tidak berhasil/sukses. Kalimat tersebut juga terasa sejuk didengar ketika kita melihat orang yang sukses diluar namun bobrok didalam.

Tetapi kenyataannya, Tuhan mau kita menjadi orang yang berhasil. Kesuksesan/keberhasilan berdasarkan definisi Tuhan memang memiliki pengertian yang berbeda dengan dunia. Saya tidak kaget jika di sorga nanti bukan orang-orang yang terkenal yang di nobatkan Tuhan sebagai pahlawan. Sebab buah-buah tidak hanya apa yang terlihat dengan mata kepala kita. (Mazmur 1:3) Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.

Ada musim yang terlewati, seakan tanpa kamu merasa berhasil atau menghasilkan buah. Tetapi sesungguhnya pasti ada sesuatu dalam hidupmu yang bertumbuh lebih dewasa pada musim itu.

Tentu saja, kebanyakan dari kita lebih memilih mendapatkan buah-buah/kesuksesan/keberhasilan tanpa melewati tantangan iman, kalau bisa lebih cepat kenapa tidak?

Namun Yesus sendiri dalam Yohanes 15 berkata bahwa ranting-ranting berbuah dengan bersandar pada pokok anggur. Ketika kamu berhenti untuk tinggal dalam kasihNya, koneksi untuk berbuah tersebut terputus.

Lho, bukankah kasihNya tidak menuntut balasan?
Bukankah cintaNya mengejarku seumur hidupku?
Aku pikir, tidak ada hal apapun yang mampu memisahkan diriku dari kasihNya. Apa sih dengan Yohanes 15 ini?

Yohanes 15 ini berbicara tentang mengalami secara pribadi cinta Tuhan didalam hidupmu. Benar sekali, cinta Tuhan tidak akan pernah berhenti datang kepadamu, mengejarmu kemanapun engkau pergi. Tetapi jika kamu memutus respesinya? Ketika kamu tidak merasakan sesuatu dan kamu memutuskan untuk keluar? Ketika kamu kembali, kasihNya tetap ada disana, mengejarmu kembali, seperti Bapa yang berlari memeluk anak bungsu yang terhilang saat ia kembali.

Tetap tinggal dalam Dia, adalah pilihanmu. Kembali kepadaNya, adalah pilihanmu.

Frustasi rasanya meliihat hidup yang stagnan, tidak dapat dipungkiri ~ rasanya benar-benar menyedihkan. Saya bukan berbicara kepada orang yang tidak pernah menabur apapun dalam hidup ini (bermalas-malasan), karena orang-orang demikian tidak berhak untuk merasa kecewa akan buah-buah yang tidak tumbuh dari biji yang tidak pernah ditabur. Tolong, apa kamu pantas merasa kecewa tidak mendapatkan nilai A, sementara kamu sendiri bermalas-malasan dan tidak belajar?
Tetapi ketika kamu belajar dengan rajin, dan ketika kamu setia pada Tuhan, namun belum melihat kesuksesan/keberhasilan itu juga?

Pasangan yang telah menikah selama 3.5 tahun dan menantikan kehadiran bayi dalam hidup mereka, mendengar pasangan lain yang belum siap, hamil sebelum menikah dan mengeluh dengan kehadiran bayi mereka. Frustasi karena merasa stagnasi dan mandul.

Seorang pria yang lulus dengan nilai bagus, namun belum mendapatkan terobosan dalam pekerjannya. Ia bekerja, dengan pas-pasan menghidupi keluarganya, meski ia sebenarnya memiliki kualifikasi yang cukup tinggi. Frustasi karena merasa stagnasi dan mandul.

Tetapi sadarkah sedari tadi saya berkata: Frustasi karena merasa stagnasi dan mandul, “merasa” berarti bukan hal yang sebenarnya terjadi melainkan apa yang dirasakan. Karena kebanyakan dari waktu-waktu dimana engkau merasa frustasi dengan stagnasi dan kemandulan, adalah waktu yang dipersiapkan Tuhan untuk mempersiapkan engkau. Ia memangkas karaktermu, supaya kapasitasmu menjadi cukup besar untuk menerima hadiah yang telah disiapkanNya bagimu.

Kamu mungkin datang ke gereja hari ini dengan berbagai perasaan yang bercampur aduk. Kamu merasa kesempatan, janji-janji, potensi itu sudah pergi menghilang.

Putra saya yang masih kecil pernah berkata kepada istri saya sewaktu kami melewati sebuah ladang, “Ma, pria itu sepertinya sudah tidak peduli lagi sama tanaman-tanamannya, aku melihat dia memangkas semua tanaman itu!” Istri saya menjawabnya, “Sayang, pria itu tahu apa dilakukannya. Ia memangkasnya supaya mereka dapat tumbuh kembali, lebih baik dari sebelumnya”

Untuk mempersiapkanmu, Tuhan harus memangkasmu untuk musim berikutnya. Kamu tidak dipotong dan dimusnahkan dan hilang, IA hanya memangkasmu. Kebiasaan buruk 15 tahun itu tidak hilang dalam sehari atau sejam, kan?
Hidup memangkasmu, namun Tuhan yang memegang guntingnya. Tidak peduli sebagaimana hidup memangkasmu, Tuhan masih memegang kontrol. Ia adalah pengelola ladangnya, Ia tahu kapan/dimana/bagaimana memangkasmu untuk membuatmu tumbuh lebih baik.

Sebentar lagi.
Sebentar lagi.

Kalimat itu tidak pasti, aku tidak menyukainya. Apalagi mengingat di Ibrani 10:37, Tuhan berkata: “Sebab sedikit, bahkan sangat sedikit waktu lagi, dan Ia yang akan datang, sudah akan ada, tanpa menangguhkan kedatangan-Nya.“, definisiNya terhadap kata sebentar lagi sungguh berbeda dengan kita.

Kita mendefinisikan sebentar lagi sebagai 15 menit, namun Tuhan mungkin mendefinisikannya sebagai 15 tahun.

Suratan takdir memiliki batas waktu, kita merasa masanya sudah lewat untuk kita, kesempatan dalam hidup harus digunakan selama hidup!

Sekaranglah waktunya: kesempatan dalam hidup harus digunakan selama hidup!

Ketika anak-anak masih muda, jadilah orang tua yang baik. Waktumu tidak banyak untuk itu. Jangan habiskan waktu untuk hal-hal yang kurang berarti. Segala sesuatu yang kita miliki terbatas, itulah sebabnya kita adalah ranting dan IA adalah pokok anggurnya.

Menggunakan waktu untuk berbicara tentang penyesalan masa lalu? Waktumu terlalu berharga untuk itu.
Menggunakan waktu untuk berbicara tentang luka? Waktumu terlalu berharga untuk itu.
Menggunakan waktu untuk berdebat dengan orang, bertengkar? Waktumu terlalu berharga untuk itu.
Menggunakan waktu untuk meraih simpati orang lain, penerimaan dari orang lain? Waktumu terlalu berharga untuk itu.

Setiap momen itu terlalu berharga, gunakan itu untuk membangun. Pangkas hal-hal yang kurang penting, mulai menaruh prioritas dan bertanya, “Apakah melakukan XX sepadan dengan waktu yang berharga ini?”

Tanyakan untuk hubungan yang kamu jalani saat ini. Apa sepadan waktumu yang berharga diinvestasikan ke dalam hubungan itu?
Tanyakan itu untuk kebiasaan-kebiasaan yang kamu miliki. Apa sepadan waktumu yang berharga diinvestasikan dalam kebiasaan-kebiasaan tersebut?
Komitmen berlebih menyebabkan gangguan yang menyebabkan penurunan yang akhirnya menyebabkan stagnasi dan kemandulan.
Jadi kamu harus memilih, tahun ini ayo pilih untuk melakukan hal-hal yang berarti dan sepadan dengan berharganya waktu yang engkau punya. Komitmen.

Kebanyakan orang melihat waktu sebagai musuh, menunggu sangat menyebalkan, waktu pun selalu terasa terlalu pendek.

Tetapi waktu justru memultiplikasi apa yang ada dihidupmu. Jika kamu memilih hal-hal terbaik sebagai komitmen, maka itulah yang akan kau tuai (ditambah multiplikasi yang terjadi pula).

Jika Tuhan ada di pihak kita, siapakah lawan kita? waktu bukan lawan kita, Ia bekerja bersama-sama untuk kita. Tuhan ingin mengingatkanmu bahwa hasilnya akan sepadan.

Lisa T. menulis sebuah buku yang kemudian meledak sukses. Tiba-tiba ia pun mengenal begitu banyak orang terkenal. Semua orang melihat kagum. Tetapi Lisa telah melewati suatu masa, 15 buku lain yang ditulis sebelumnya tidak ada yang meledak sukses. Ia tidak berhenti dan akhirnya masa itu pun tiba.

Sementara engkau sudah memangkas hal yang kurang penting dan IA memangkas engkau, apa yang harus kau lakukan?

– Puji DIA sambil engkau menunggu. Angkat tanganmu. Jangan putuskan koneksinya.

Sermon Notes taken from Ps Steven Furtick sermon’s title: This may take a while. ๐Ÿ™‚

Advertisements

One thought on “Tunggu Sebentar lagi (This May Take a While)

  1. Tunggu sebentar lagi,
    memang waktu kita bukanlah waktu Tuhan,disaat kita meminta sesuatu yang memang belum dikasih,tapi kita selalu ingat janji Tuhan itu pasti,

    ย Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.
    Tetap tinggal dalam Dia, adalah pilihanmu. Kembali kepadaNya, adalah pilihanmu,
    Kesempatan dalam hidup harus digunakan selama hidup,
    Jika Tuhan ada di pihak kita, siapakah lawan kita? waktu bukan lawan kita, Ia bekerja bersama-sama untuk kita,Amin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s