Sunday Service

Mencapai Mimpi/Cita-Cita/Gol/Tujuan (Reaching The Goal)

Dari serangkaian kotbah Ps Steven Furtick dalam seri #TeamStretch, ini adalah favoritku:

Kisah Para Rasul 4:13-14 | Ketika sidang itu melihat keberanian Petrus dan Yohanes dan mengetahui, bahwa keduanya orang biasa yang tidak terpelajar, heranlah mereka; dan mereka mengenal keduanya sebagai pengikut Yesus. Tetapi karena mereka melihat orang yang disembuhkan itu berdiri di samping kedua rasul itu, mereka tidak dapat mengatakan apa-apa untuk membantahnya.

Banyak orang merasa kecewa karena kesembuhan yang dialami oleh pengemis lumpuh di Kisah Para Rasul 3 terjadi dengan cara yang tidak familiar di mata mereka, hal itu terjadi didalam nama Tuhan Yesus. Terkadang, mematuhi Kristus bisa membawamu dalam masalah. Petrus dan Yohanes ditangkap dan dimasukkan kepalam penjara setelah peristiwa kesembuhan ini.

Gol adalah hal yang menarik, bagi semua orang.

  • Seringkali kita lebih pintar memasang cita-cita/gol/tujuan daripada benar-benar mencapainya, dan
  • Seringkali kita pun mencapai gol kita dan mendapati bahwa gol tersebut kurang tepat dari awalnya

Apakah cita-cita/gol/tujuanmu? Apakah itu sudah tepat?

Bagaimanakah resolusi tahun baru yang telah kau susun sejak tanggal 1 Januari?

Berapa banyak yang telah kamu kerjakan dan kamu capai?

Kemanakah itu akan membawamu?

Menyusun cita-cita/gol/tujuan yang tepat sebenarnya lebih penting daripada mencapai sembarang gol.

Ketika gol yang dimiliki oleh orang tua adalah melihat rumah yang rapi dan karpet yang sempurna, mereka cenderung menghabiskan waktu untuk menegur anak-anak selama mereka berada di rumah. Sehingga akhirnya ketika putra putri mereka sudah berusia 20 tahun dan hidup berdikari, mereka pun merindukan kondisi berantakan yang diciptakan oleh anak-anak dirumah. Itu adalah salah satu gol yang salah. Gol yang benar sebagai orang tua adalah untuk menghargai setiap momen baik besar maupun kecil.

Ketika seorang pemuda memiliki gol untuk memacari atau tidur dengan perempuan sebanyak-banyaknya, ia merasa hebat. Namun setelah mencapai semua itu, ia akan tetap mendapati kekosongan. Hal itu terjadi kepada salah seorang teman saya di SMU. Saat ia tidur bergonta-ganti pasangan, ia sebenarnya memberikan bagian dari dirinya sendiri yang tidak dapat diambilnya kembali.

Mencapai gol adalah hal yang baik, ketika gol tersebut memang gol yang tepat. Kamu dapat mencapai sebuah gol, tetapi jika gol itu tidak cukup baik, itu tidak akan cukup kuat untuk memegangmu disana.

Mungkin saja kamu merasakan kesempurnaan tetapi berjalan di arah yang salah.

IA adalah Tuhan atas gol. Untuk kita, ia telah menyampaikan gol-gol yang tepat:

  1. Babtis orang-orang dalam nama Bapa, Putra dan Roh Kudus
  2. Biar Nama Tuhan dipermuliakan dan terdengan diseluruh bumi
  3. Jadilah saksi di Yudea dan seterusnya

Hal-hal tersebut adalah gol kita.

Ciri Ciri dari Gol Tuhan ialah:

  • Gol dari Tuhan itu baik
  • Gol dari Tuhan itu berarti
  • Gol dari Tuhan itu ambisius

Ketika kita mengerti dan memiliki hati Tuhan, itulah gol kita.

Menjadi gereja Tuhan yang memahami dan mempunya hati Bapa, itulah golnya.

#TeamStretch image from elevationchurch.org
#TeamStretch image from elevationchurch.org

Gereja memiliki gol yang salah ketika gereja berusaha mendorong semua orang di gereja untuk menjadi sempurna namun menutup pintu untuk orang-orang yang menjadi alasan GEREJA itu sendiri ada.

Markus 2:17 | Yesus mendengarnya dan berkata kepada mereka: “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa..

Apakah yang menghentikan atau membatasi kita dari mencapai gol tersebut?Keterbatasan, Kekurangan? Intimidasi? Ekspektasi?

Jika kita mengingat gereja mula-mula, betapa menganggumkannya hal yang mereka lakukan dengan sedikit yang mereka punya Mereka tidak punya pesawat, telepon genggam, aplikasi seperti yang kita punya saat ini.

Mungkin mereka sedang terkejut dari sorga melihat betapa sedikitnya yang kita lakukan dengan banyaknya yang kita punya.

3 hal yang disebutkan diatas, sering menghentikan kita dari meraih Gol dari Tuhan. Tetapi apakah “keterbatasan” dan “kekurangan” tersebut merupakan hal yang sebenarnya? Bukankah dua kata tersebut adalah kebohongan yang berusaha ditanamkan iblis didalam benak kita?

Saya terangkan, itu adalah kebohongan. Kamu berpikir jika kamu memulainya dengan A, pada akhirnya kamu pun hanya mempunyai A untuk melangkah. Alkitab berkata (Matius 25:14-30) bahwa hamba yang diberi 2 talenta akhirnya mendapatkan tambahan 2 talenta, hamba dengan 5 talenta itu kembali dengan membawa 5 talenta tambahan. Hidupmu tidak stagnan. Bukan apa yang tidak kamu miliki yang menghentikan kamu.

Kisah Para Rasul 3:6 | Tetapi Petrus berkata: “Emas dan perak tidak ada padaku, tetapi apa yang kupunyai, kuberikan kepadamu: Demi nama Yesus Kristus, orang Nazaret n  itu, berjalanlah ! Justru dengan tidak memiliki apa yang dia kira dia perlukan, Ia melihat kuasa Tuhan terjadi!

Petrus dan Yohanes adalah orang biasa.

Itulah yang membuat apa yang mereka lakukan jadi menakjubkan.

Keterbatasan mereka tidak mempengaruhi Allah dalam memimpin mereka untuk melakukan hal yang besar, Tuhan justru menunjukkan kekuatanNya.

Paulus mengungkapkan golnya didalam Filipi 3:14 | dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.

Petrus juga ingin mengungkapnya golnya dalam Kisah Para Rasul 9:14 | Sebab tidak mungkin bagi kami untuk tidak berkata-kata tentang apa yang telah kami lihat dan yang telah kami dengar.

Keduanya mengungkapan gol mereka dari bilik penjara.

Bilik Penjara/Tempat yang terjepit adalah tempat yang tepat untuk terjadinya mujizat dan kemustahilan. Tanyakan kepada kupu-kupu, pengalaman mereka sewaktu mereka masih kepompong.

Tuhan mampu melakukan hal-hal yang besar ditempat yang terjepit (Di pekerjaan, keuangan, di kelas, di kehidupan pernikahan, di penjara manapun yang sedang membelenggumu, adalah tempat yang paling tepat untuk mematahkan belenggu tersebut)

Kita memiliki gol, Kita memiliki hal-hal yang hendak kita lakukan.

Petrus dikenal karena keberaniannya.

Paulus dikenal karena imannya.

Filipi 3:8 | Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus.

Paulus berkata bahwa gol nya yang terdahulu memisahkan dia dari tujuan yang Tuhan punya dalam hidupnya.

Berapakah dari kita yang mengejar hal yang salah?

Atau mengejar hal yang benar dengan cara yang salah, seperti ketika orang-orang membangun menara babel untuk mencapai surga? (Kejadian 11)

Hidup akan berubah ketika kamu membuat ulang gol yang baru, yang tepat. Mungkin di pertengahan tahun ini, kamu harus mereset ulang gol mu, jadi untuk mengenal Kristus lebih dekat.

Seringkali kita memasang tujuan yang kita inginkan, namun sampai ditempat itu Tuhan sudah tidak terlalu diperlukan. Tuhan mau berkata bahwa tujuan itu sudah jelas salah, karena tanpa DIA kita pasti jatuh.

Gol kita bukan lagi tempat hendak kita capai, pribadi yang kita ingin orang lain lihat dari diri kita. Kita ingin menjadi seperti Kristus, itulah gol kita.

Pertumbuhannya mungkin tidak terlihat oleh diri kita sendiri, gol seperti ini biasanya menjadikan kita sebagai orang terakhir yang melihatnya, karena orang-orang lain yang akan merasakannya lebih dahulu.

Bukan situasi di sekeliling hidup kita yang membatasi kita, Bukan juga ekspektasi orang lain tetapi ekspektasi diri kita sendiri. Kita membiarkan iblis mengintimidasi kita dengan perasaan tidak aman, tidak percaya diri.

Petrus tidak memiliki banyak atribut yang luar biasa untuk memulai pelayanan yang sedemikian hebatnya, namun justru karena itu Tuhan bisa mengarahkan Petrus secara penuh untuk mencapai tujuan hidupnya. Petrus sendiri mengalami 3 tahun bersama-sama dengan Yesus sewaktu IA masih berada di dunia!

Paulus sudah memiliki atribut yang kuat sebelum ia menjadi pengikut Kristus, namun ia menganggap semuanya tidak berarti karena Ia ingin bersama-sama dengan Tuhan.

Intinya, kita bisa menggunakan keruntuhan untuk bangkit, dengan mengarahkan pandangan pada Kristus. Itulah gol kita. Kegagalan kita dapat membantu kita mencapai gol yang tepat, ketika kita mengarahkan pandangan kepada DIA.

  • Seringkali ketika orang-orang melihat seseorang sedang mendapatkan banyak hal, orang tersebut sesungguhnya sedang kehilangan.
  • Sebaliknya ketika orang-orang melihat seseorang sedang kehilangan banyak hal, orang tersebut justru mendapatkan banyak.

Lupakan yang dibelakang, Berjalan terus kedepan, Jangan menyerah dan Mari fokus memandang pada Kristus. Bukan untuk membuat orang lain terkagum-kagum.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s