Monday Thoughts · Saturday Diary · Uncategorized

Bangkok dan Pattaya di Musim Panas – Hari Kedua

Hari-2

Hari ini kami membelah menjadi dua grup. Setelah menyantap buffet breakfast dengan menu persis seperti hari sebelumnya, sebagian grup melanjutkan mengunjungi mall demi mall sementara sebagian lagi melancong ke pattaya untuk mengunjungi Floating Market dan menonton show Alcazar yang ternama.

Pertualangan group pertama dari mall ke mall diawali dengan mal Terminal 21, yang memiliki desain unik disetiap lantainya. Mereka melewati Bangkok Ocean World sebelum pindah ke mal Siam Paragon untuk berkeliling. Tidak lupa mereka mencicip Es Matcha di hello kitty house. Selesai dari sana, mereka melaju ke MBK center. Pertualangan mereka berakhir di Mal Central World, menunggu group kedua menjemput dari sana.

Perjalanan group kedua menghabiskan banyak waktu di jalan, karena letak Pattaya yang jauhnya 1.5 jam perjalanan dari Bangkok jika tidak diwarnai kemacetan.

Sesampainya di Floating Market, kami langsung menuju counter dengan diantar oleh Mr. Te dari tempat parkir. Ia berkata bahwa Ia akan menunggu kami di tempat parkir lalu pergi. Kami membayar 200 baht per orang untuk tiket masuk ke dalam.

Kami tidak lagi kagum melihat floating market, karena kota Bandung membangun floating market dengan konsep yang sejenis di area Lembang.

Berderet toko2 yang menjual souvenir, pakaian, es potong, jajanan kecil, makanan-makanan disepanjang jalan. Beberapa makanan unik yang kami temui disana, sate daging buaya; telur puyuh goreng dan sosis babi rumahan yang dipanggang.

Kami menikmati teh susu thailand (thai ice tea) ditemani ketan mangga manis (mango sticky rice) dan semangkok kuah bihun thailand (thai boat noodle) dibawah terik matahari yang menyengat. Setelah berkeliling selama 1 jam, kami mampir untuk mencicipi nasi babi basil (basil pork rice).

Selesai berkeliling, kamipun mengambil mobil shuttle gratis ke tempat parkir dan bertemu dengan Mr. Te disana. Panas menyengat sepertinya telah melunturkan senyum Mr. Te, ia kemudian melajukan mobilnya ke Alcazar Show dengan kecepatan cukup tinggi.

Kami tiba di Alcazar hampir satu jam sebelum acara dimulai, sehingga tempat duduk yang kami dapat persis ditengah-tengah. Segelas soft drink diberikan petugas sebagai complimentary drink.

Tiket Alcazar beli online: 400 Baht

Tiket Alcazar beli langsung: 800 Baht

Pertunjukkan berlangsung meriah, kami menyukai 3 tarian-lagu dari belasan tarian-lagu yang tampil di panggung. (Sayangnya kami tidak boleh mengambil banyak foto, karena petugas akan mulai menembakan sinar laser di ponsel penonton yang memfoto dan merekam lebih dari 5 detik). Favorit kami adalah:

– Seorang waria berdansa dengan latar Ariana Grande-Focus ditemani beberapa penari pria yang mengenakan rok

– Seseorang dengan kostum setengah pria-setengah wanita berdansa dengan latar belakang lagu lama, “one man woman” oleh Paul Anka.

– Tiga orang waria yang tubuhnya di cat emas dan perak berdansa dengan latar belakang lagu “The world is not Enough”

Setelah acaranya selesai, para pria langsung mengerumuni waria waria cantik untuk berfoto bersama dengan bayaran 40 baht. Waria-waria tersebut begitu antusias mengajak para penonton berfoto bersama di halaman luar pertunjukkan. Waria cantik tentu saja mendapatkan uang lebih banyak daripada yang biasa. Mereka tersenyum ramah sebelum foto bersama dan mengomel dengan mimik jengkel jika ada penonton yang berfoto bersama lalu pergi tanpa membayar.

Setelah beberapa jepret, kami pun kembali ke Bangkok dengan diantar Mr. Te. Salah seorang temanku berkata pada Mr. Te untuk melewati Erawan sesampainya kita di Bangkok sebelum menjemput teman-teman yang lain. Mr. Te tidak mengerti, setibanya di Bangkok ia memarkirkan mobil di samping Erawan dan menyuruh kami turun. Sewaktu temanku hendak menjelaskan bahwa ia tidak perlu memarkir, Mr. Te berubah sewot dan mulai mengumpat didalam bahasa Thailand.

Sesampainya kami di central world untuk menjemput yang lainnya, Mr. Te tidak berhenti bersungut-sungut. Ia bertambah kesal karena harus menunggu lama rombongan keluar dari mall.

Kami kemudian melanjutkan perjalanan kami dengan mengunjungi mall baru, Emquartiers, untuk melihat-lihat dan menikmati makan malam. Kami memilih restoran autentik Thailand yang menawarkan Tom Yum dan Sukiyaki Noodle lezat tak terlupakan.

Pulang dengan perasaan puas, kami kembali berendam di air hangat berbusa untuk meregangkan otot-otot.

hotel 01.jpg

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s