Monday Thoughts · Saturday Diary · Uncategorized

Bangkok dan Hua Hin di Musim Panas – Hari Ketiga

Hari-3

Dengan perut kenyang, kami berangkat ke Hua Hin untuk mengunjungi 4 tempat wisata disana. Mr. Te menyetir dengan kecepatan tinggi; sehingga kami harus mengencangkan sabuk pengaman meski tidak duduk di kursi depan penumpang. Sepanjang perjalanan kami jatuh tertidur, dan tiba-tiba terbangun oleh polisi yang membuka pintu mobil kami.

Mr. Te dipanggil dan sepertinya ditilang. Wajahnya berubah sewot sewaktu kami pergi ketoilet sementara ia bercakap dengan polisi yang menilangnya, drama ngambek pun kembali dimulai. Ia sengaja berhenti di pom bensin lalu membuka pintu untuk semua pergi ke toilet. Kami merasa frustasi berkomunikasi dengan dia, karena sebagian dari kami baru saja dari toilet sementara yang lainnya tidak hendak ke toilet. Untuk menghindari perselisihan, yang lainnya tetap turun ke toilet. -.-!

Dari sana kami pun tiba di pemberhentian pertama, Camel Republic. Matahari begitu panas menyengat, keringat langsung bercucuran dari dahi kami. Meski begitu, kami tetap menyempatkan diri melihat lihat kebun binatang herbivora untuk anak-anak ini.

Banyak orang tua membawa anak-anak mereka untuk memberi makan jerapah, domba, unta, kambing, dan hewan-hewan herbivora dengan membayar 40 baht untuk setiap kantung wortel.

Sepertinya tidak mungkin kami kembali kesini karena tempatnya kecil dan lebih cocok untuk anak-anak kecil yang sedang mempelajari nama-nama dan perilaku binatang. Ada beberapa atraksi permainan yang bisa dimainkan anak-anak seperti menaiki unta dan arena berputar.

Pemberhentian kedua kami adalah Swiss Sheep Farm, tempat ini bernuansa Swiss namun disertai panas matahari menyengat. Semua langsung mengeluarkan kacamata hitam dari tas mereka.

Kami mengambil banyak foto ditempat yang cocok dijadikan latar prewedding ini. Salah seorang temanku berujar, “Bagus sih tempatnya.. Tapi kalau prewedding disini make-up luntur terus pasti, panas banget!”

Selain lahan berkotak-kotak, ada sebuah museum 3 dimensi kecil di ujung dalam yang kami kunjungi sebelum memutuskan pergi dari sana.

Pemberhentian ketiga kami adalah Little Venice. Setelah melihat gambarnya dari depan, kami memutuskan untuk tidak masuk ke dalam karena tempat tersebut terlihat kurang menarik. Mr. Te melanjutkan drama ngambeknya setelah mendapati kami hanya berfoto dari depan selama kurang lebih 15 menit, dan memutuskan untuk pergi dari sana.

Mr. Te juga tidak menggubris ketika salah seorang temanku bertanya soal botol air yang disiapkan oleh penyewaan mobil.

Pemberhentian keempat adalah tempat yang kami tunggu-tunggu, Santorini Park. Bernuansa biru seperti pulau Santorini di Yunani, kami berkeliling melihat penginapan dengan rumah-rumah tangga berwarna biru putih.

Angin sepoi-sepoi dari AC pertokoan di tepi kiri dan kanan jalan mengalir keluar. Kami mengambil beberapa jepret sebelum akhirnya menuju ke taman dengan bianglala besar bertuliskan Santorini Park.

Disana, kami menikmati burger, kentang dan cola untuk makan siang dengan membayar 85 baht karena promosi.

Harga tiket masuk untuk turis:

Uang masuk Camel Republic: 150 baht.

Uang masuk Swiss Sheep Farm: 120 baht.

Uang masuk Santorini Park: 150 baht.

Uang masuk Little Venice: 180 baht.

FullSizeRender

Dari Santorini Park, kami kembali ke Bangkok untuk mengunjungi tempat makan kekinian bernama Chocolate ville.

Flashback

Pada pukul 4:30 sore, di perjalanan kami kembali ke Bangkok, Mr. Te berkata “Kalau mau ke chocolate ville, kalian harus membayar uang extra untuk lembur saya.”

“Tapi berdasarkan kontrak, kami baru harus membayar uang lembur diatas jam 10.” jawab salah satu temanku.

“Tidak, diatas jam 9 kalian harus membayar uang lembur.”

“Masa?” tanya temanku tidak percaya lalu mengirimkan pesan kepada pemilik penyewaan mobil tersebut.

Tidak beberapa lama kemudian, Mr. Te berhenti di pom bensin dan menjawab telepon yang sepertinya berasal dari pemilik penyewaan mobil tersebut.

Sekembalinya Mr. Te dari menjawab telepon, ia mengambil es batu, minum dan menyetir bak siput. Ia tidak memperdulikan jalanan yang lapang didepan dan tetap menyetir dengan lambat.

Sepertinya ia memang sengaja menyetir perlahan, perjalanan pulang kami dicapai 4.5 jam kemudian! (kami menghabiskan 2.5 jam perjalanan untuk pergi ke Hua Hin, dan 4.5. jam untuk kembali ke Bangkok).

Setibanya di chocolate ville jam 9:00 malam, hari sudah gelap namun tempat ini tetap menarik untuk dilihat. Foto-foto yang di gugah di blog eatandtreats membuat kami memutuskan untuk tetap mampir kesini meski hari sudah gelap.

Karena lapar, kami pun memutuskan untuk makan dan berbincang-bincang, tidak peduli pada kenyataan kami harus membayar uang lembur. Masing masing membayar 230B untuk 3 menu diatas, termasuk nasi untuk 5 orang dan air putih.

Pukul 10:30, Mr Te menelepon sambil berkata, “Pulang sekarang.”

Kami pun bergegas keluar dan mendapati dia dengan tampangnya yang sudah tidak karuan. Ia menyetir dengan kecepatan tinggi kembali ke Hotel, membuat semua barang terlempar dan terjatuh di dalam mobil; termasuk dua ponselnya sendiri dan beberapa pajangan yang dibeli temanku di Hua Hin (salah satunya pecah dong).

Kami merasa kesal dengan sikapnya yang kasar itu, namun tetap mengencangkan sabuk pengaman dan diam. Setibanya di hotel, ia mengambil uang lemburan dan tip dari tangan salah satu temanku dengan kasar lalu berlalu tanpa mengucapkan apapun.

Sesampainya di hotel, kami langsung menuliskan surat komplain panjang kepada si pemilik penyewaan mobil. Jadi begitulah perjalanan kami selama 3 hari, sepertinya kami akan tertawa mengingat pengalaman ini setahun dari sekarang. 🙂

IMG_6743.JPG
Air Asia Back to Town

Hasil Belanja saya ^^, (cuma sempat belanja di hari pertama T.T..)

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s