Uncategorized

Kuching di Negeri Jiran – Hari Kedua

Hari pertama liburan baru dimulai hari ini.

[MAP] Setelah check out dari hotel jam 08.45 pagi, aku berjalan menuju gate K22 untuk boarding jam 9.40, ke Kuching. Letak gate ini sangat jauh karena letaknya di paling ujung airport. Jalan kaki sejauh 1KM ditambah episode nyasar dari ujung ke ujung, membuat lelah sangat kaki Barbie ini.. Haha..

Tepat pada jam 12.20 siang, pesawatku landing di Kuching International Airport. Here we gooo.. Awalnya kami langsung menuju Tune Hotel Kuching Waterfront dengan taxi (RM26) untuk check-in, tapi sayang biliknya masi penuh sehingga kami belum bisa check-in. Akhirnya kami memutuskan untuk makan siang di James Brooke Cafe & Distro, kami memesan Sarawak Laksa, Sarawak Tomyam Laksa, dan 2 Teh Tarik. Sarawak Laksa nya lebih enak daripada Sarawak Tomyam Laksa loh.

CYMERA_20160427_133836_resized
Sarawak Laksa, Sarawak Tomyum Laksa @RM12

Seperti namanya “Kuching”, kota ini dipenuhi dengan patung, gambar dan semua hal yang berbau kucing. Kami berfoto disepanjang jalan Kuching Waterfront dgn latar Astana yg merupakan sebuah istana berwarna emas di Kuching, istana ini merupakan tempat kediaman resmi Gubernur kota Kuching. Meskipun demikian, tidak banyak kegiatan yang dapat kami lakukan di sini karena seringkali Astana tidak dibuka untuk umum.


Kami berjalan terus dan menemui bangunan bersejarah, benteng Port Margherita yang dibangun oleh Charles Brooke pada tahun 1879. Benteng ini merupakan salah satu landmark yang penting di Kota Kuching. Benteng ini diberi nama Margherita, yang berasal dari nama istri Charles Brooke yaitu Margaret Alice Lili de Windt.

Selanjutnya kami pun menuju ke Cat Museum dengan taxi (RM25) yang berlokasi di Jalan Semariang, Petra Jaya, Kuching. Museum ini dibangun pada tahun 1993. Tidak ada biaya masuk yang dikenakan jika kamu ingin mengunjungi museum ini, namun jika kamu ingin berfoto dengan kamera atau ponsel, kamu harus membayar sekitar RM3 hingga RM5.

CYMERA_20160427_182312_resized-1
Selfies with Kucing di Kota Kuching

Di museum ini terdapat koleksi artefak kucing paling kurang 4.000 artefak termasuk lukisan serta benda-benda yang berhubungan dengan kucing. Di sini juga terdapat toko souvenir yang menjual berbagai macam pernak-pernik bergambar kucing yang dapat kamu jadikan sebagai oleh-oleh. Kami hanya menghabiskan waktu 20 menit karena hidungku sangat sensitif terhadap udara debu pada beberapa lokasi ditempat tersebut yang kurang terawat. Tidak ada yang menarik di museum ini, kecuali kalo kamu adalah pecinta kucing alias Cat Lovers. Dengan melihat foto-foto yang diunggah disini, kamu dapat memutuskan apakah kamu suka dan akan mengunjungi kota ini.

Setelah berfoto di Landmark kota Kuching kami segera kembali untuk Check in di Tune Hotel.

Kami berjalan kaki ke Plaza Merdeka sekitar 30menit untuk mencari makan malam, karena tidak ada taxi yang lewat di malam hari. Kami tiba di Plaza Merdeka dan berjalan ke  Food Heaven lalu memesan Yong Tau Fu, Kao Pao Beef, dan Roejak. Tidak ada satupun makanannya yang memuaskan di lidah kami.

Kami pun pulang dengan kembali berjalan kaki kembali.

Flashback

Sewaktu kami tiba di Tune Hotel – Kuching Waterfront pukul 13.00, tidak ada satu kamarpun yang tersedia. Kamipun disuruh menunggu sampai jam 14.00. Saat kami sudah mendapat kamar, kartu yang diberikan tidak bisa dipakai untuk membuka kamar. Sehingga kami turun kembali untuk komplain.

Setelah mendapatkan kartu pengganti, kami mencoba memakainya didalam kamar namun setiap 5 detik lampu, AC, dan lain-lain mati (setelah diusut, kamar ini ternyata memakai sistem timer). Kami harus menyalakan listrik sampai puluhan kali dalam posisi sedang mandi. Kami pun mengajukan komplain kedua, baru diberikan kartu yang baru. Pelayanannya sungguh tidak memuaskan, kamarnya sempit dengan kebersihan sangat standar. ACnya pun panas, yang keluar hanyalah hembusan angin sepoi sepoi sehingga aku tidak bisa tidur semalaman.

Breakfast dari hotel datang dalam bentuk nasi kotak. Ada beberapa pilihan seperti Nasi Goreng, Bihun Goreng, Nasi Lemak, Omelette, dan Pancake. Saat aku mencoba sedikit, rasanya aneh sekali. Tidak rekomen. Ini bisa menjadi pelajaran untuk teman-teman sebelum memutuskan untuk menginap disini.

Total yang dihabiskan kami berdua hari ini:

Makanan/Snack/Minuman/Shopping
Mineral & Hershey Soy RM4.2
Sarawak Laksa RM12
Sarawak Tomyam Laksa RM12
Teh Tarik RM (2) RM14
Sovenir RM20
Sepatu RM20
Pop Ice RM1.5
Mineral Water RM1
Yongtaufu RM6
Kao Pao Beef RM7.9
Roejak RM7
Everise Market RM32.30
Mineral Water RM4

Ongkos
Taxi to Cat Museum RM25
Taxi Airport to Tune Hotel RM26
Taxi back to Tune Hotel RM25

Lain Lain
Cat Museum Charge RM3

Grand Total RM220.9

Advertisements

2 thoughts on “Kuching di Negeri Jiran – Hari Kedua

    1. Iya, sangat tidak rekomen. Tapi lokasi bagus bisa jalan kaki ke Kuching Waterfront. Seberang Tune Hotel itu Hotel Pullman.

      Dan disana kendaraan taxi sgt sulit, dianjurkan utk minta nomor HP Driver Taxi, supaya bisa pesan untuk antar jemput berikutnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s