Saturday Diary · Uncategorized

Jatuh Hati Pada Kawah Ijen, Si Cantik Nan Menawan

Hari-4

Ketika Pak Budi memarkir mobilnya untuk kedua kalinya malam itu, aku mengira kami sudah tiba di Ijen, ternyata ia hanya berhenti untuk minum kopi karena kantuk melandanya.

DCIM101GOPROGOPR0412.

Hari sudah menunjukkan Pukul 12 malam, dan aku pun turun dari mobil menuju ke toilet gelap tanpa lampu menyinarinya dengan senter ponselku. Langit langit padat ditaburi bintang namun aku tidak sempat menjepretnya karena masih setengah mengantuk. Aku bertanya padanya berapa lama lagi baru kami akan sampai diatas, ia berkata 1-2 jam.

DCIM101GOPROGOPR0396.

Pukul 1:30 akhirnya kami tiba di Ijen, siap untuk naik keatas dan sempat mencari-cari taksi yang disebut Pak Bambang. Ternyata taksi yang disebut sebut di Ijen adalah sebuah gerobak yang didorong oleh tenaga manusia, dengan harga 700 ribu untuk perjalanan PP.

Masing-masing penambang belerang akan mendorong sebuah gerobak kosong ke atas, lalu mengambil puluhan bahkan ratusan kilo batu belerang turun untuk dijual dengan harga 1000 rupiah per kilo. Sehingga mereka menawarkan turis turis untuk naik keatas gerobak dan 3 orang penambang akan mendorong naik gerobak itu keatas.

img_20160926_060208_hdr

Sebenarnya jalanan di kawah Ijen tidak terlalu berat, total 3.2 km dengan 2 km dataran yang menaik namun tidak curam dan 1.2 km dataran yang datar menuju ke atas (tidak termasuk perjalanan menuju blue fire/api biru).

Kami hanya di kawal oleh 1 org tur guide local, dan disertai oleh penambang-penambang yang tidak berhenti menawari kami naik “taxi” mereka. Sebenarnya berdasarkan perhitungan, seharusnya 1 jam termasuk lebih dari cukup untuk menempuh 3.2 km di jalanan yang datar.

dscf6168

Namun karena lambatnya aku berjalan ketika dataran bersifat naik/mendaki, rombongan yang berjalan bersamaku tidak kuasa untuk meninggalkanku sendiri. Jadilah 3 jam perjalanan sampai kami semua tiba diatas, 4:30 pagi.

DCIM101GOPROGOPR0421.

Aku dan E memutuskan untuk tidak turun kebawah melihat api biru, karena perjalanannya terlihat sulit dan E termasuk lambat di perjalanan turun. T turun ditemani tur guide lokal, ia harus sampai ke bawah sebelum matahari terbit atau maksimal pukul 5 pagi.

Aku sempat melihat kilatan api biru kecil selama 2 detik namun akhirnya terhalang oleh senter putih penambang penambang yang berwarna putih biru.

img_1341

Matahari mulai terbit pukul 5 pagi, dapat kulihat pemandangan indah yang ku tunggu tunggu, kawah belerang ijen yang biru dan menakjubkan ditambah matahari berwarna orange.

Banyak sekali wisatawan asing yang naik dari kawasan api biru, sepertinya jumlah wisatawan bule lebih banyak dari jumlah wisatawan lokal ditempat ini. Inilah pemandangan yang bisa kubilang memanjakan kedua mataku.

DCIM101GOPROGOPR0383.

Sedikit miris aku mendapati penambang batu belerangΒ tidak mengobati/membetulkan pundak mereka yang retak/tulangnya patah karena membawa bongkahan yang terlalu berat diatas keranjang (50-70 kg sekali jalan ke Api Biru, 3x perjalanan untuk memenuhi gerobak mereka dengan 200 kg batu belerang kuning 200@1000 IDR=200.000 IDR)

img_1413

img_1407

DCIM101GOPROGOPR0401.

Kami membeli beberapa bongkahan batu dari penambang sebagai kenang-kenangan, kami bisa membakarnya dan melihat api biru jika kami mau katanya.

img_6542

dscf6170

Setelah menghabiskan kurang lebih satu jam disana, kami pun hendak beranjak turun namun terhenti melihat pemandangan dua gunung didepan kami – gunung meranti dan gunung meraung. Seperti turis pada umumnya, kami tidak berhenti mengambil foto ditempat indah ini.

dscf6292

DCIM101GOPROGOPR0436.

Ditengah perjalanan, E merasakan sakit pada tumitnya dan mengiyakan saat si penambang belerang meminta 100 ribu untuk ongkos “taxi” membawanya kebawah.

DCIM101GOPROGOPR0446.

Hanya sejam kami sudah sampai di bawah, sinyal handphone pun kembali dan kami menikmati indomie kuah lalu pergi ke toilet sebelum akhirnya kembali ke Kota Surabaya.

dscf6299

Aku tidak melewatkan waktu untuk tidur begitu saja, kami sempat mampir ke air terjun belerang dan merekam pemandangan sekitar sebelum akhirnya jatuh tertidur hingga tiba di Kota Surabaya.

dscf6307

Bagiku, adalah sebuah mujizat aku bisa menyelesaikan perjalanan 50 km ini selama 3 hari 3 malam. πŸ˜„πŸ‘πŸ» Ini tentunya adalah karunia hebat buat orang yang tidak terbiasa dengan kegiatan fisik, gila istilahnya, aku sendiri kehilangan kata-kata untuk menggambarkan 3 hari ini, hanya bisa bersyukur bahwa pengalaman hidupku bertambah kaya lewat perjalanan ini. Aku merasa tidak pantas mengeluh dengan kegiatan yang seabrek di kantor karena bayangan si abang penambang menunjukkan padaku bahunya yang remuk terus terngiang saat aku hendak mulai mengeluh dalam hidupku, tidak hanya aku tapi kami semua yang mengikuti perjalanan ini.

dscf6303

Sesampainya di Surabaya, kami langsung menyantap Ikan Cianjur, berbelanja sedikit di toko sebelahnya lalu kembali ke hotel Harris untuk pijat dan beristirahat.

dscf6331

Harga Paket Per Orang untuk Private Tour di Bromo, IJen, Ranu Kumbolo (Tur Pribadi) 4 Hari 4 Malam:
Domestic: IDR 2500000
WNA: IDR 3200000

*Harga belum termasuk tiket pesawat, tips, tunggang kuda di Bromo, sepatu sandal gunung untuk trekking, makan (kecuali di Ranu Kumbolo)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s