Saturday Diary · Uncategorized

Diary Belitung: Berpanas-panasan di Danau Kaolin dan Pantai Tanjung Pendam

Hari-4 Keesokan paginya, kami dijemput jam 9 pagi untuk sarapan di Yamien Achoi. Restoran ini sangat-sangat ramai sehingga kami harus menunggu lebih dari 30 menit sampai pesanan kami keluar. Aku lebih menyukai Yamien yang dibeli MP semalam (Fan Yung), hanya tidak dapat kupungkiri bahwa cabai di Yamien Achoi lebih “nendang” istilahnya. Setelah makan, kami berangkat menuju… Continue reading Diary Belitung: Berpanas-panasan di Danau Kaolin dan Pantai Tanjung Pendam

Saturday Diary · Uncategorized

Diary Belitung: Berpindah Pantai dan Pulau dari Lengkuas, Kelayang, Kepayang, Batu Berlayar, Batu Garuda, Pasir, Bukit Berahu

Hari-3 Kami menikmati makan pagi dari hotel dengan terburu-buru karena masakan sudah habis sewaktu kami turun dan baru diisi kembali mendekati jam 8. Willis yang sampai tepat waktu, terpaksa harus menunggu kami menghabiskan makanan kami. Bakmi gorengnya terlalu asin sehingga aku lebih memilih mencoba masakan lain. Rasa masakannya terbilang standar. Selesai makan, kami memulai inti… Continue reading Diary Belitung: Berpindah Pantai dan Pulau dari Lengkuas, Kelayang, Kepayang, Batu Berlayar, Batu Garuda, Pasir, Bukit Berahu

Saturday Diary · Uncategorized

Diary Belitung: Bermain Ayunan Diatas Air (Pulau Leebong), Melancong Ke Laskar Pelangi dan Kampung Ahok

Hari-2 Keesokan paginya, kami bangun pukul 04:30 pagi, tanpa mandi kami langsung berjalan cepat menuju tepi pantai untuk menikmati matahari terbit. Sayangnya awan-awan tebal menutupi matahari sehingga kami tidak dapat melihat matahari bulat berwarna orange muncul perlahan dari garis batas air laut dihadapan kami. Pasang air membuat kami harus berjalan menyusuri air dengan tinggi sedengkul… Continue reading Diary Belitung: Bermain Ayunan Diatas Air (Pulau Leebong), Melancong Ke Laskar Pelangi dan Kampung Ahok

Saturday Diary · Uncategorized

Diary Hanoi: Kehangatan (Pho) dan Kesejukan (Musim Dingin Hanoi) yang Ngangenin

Sepulang dari Tam Coc, kami langsung menuju ke First Stop: Pho 10 yang sangat direkomendasikan oleh T dan memesan 2 mangkok untuk 3 orang. Entah kenapa kuah kwetiau sapi di Vietnam benar-benar sangat enak, tidak bau diri, dagingnya empuk dan tidak alot, tingkat kematangannya pas. Dua mangkok kwetiau sapi yang kami makan ber3 cukup mengenyangkanku… Continue reading Diary Hanoi: Kehangatan (Pho) dan Kesejukan (Musim Dingin Hanoi) yang Ngangenin

Saturday Diary · Uncategorized

Diary Hanoi: Menginjakkan kaki ke Tam Coc, lokasi syuting film King Kong

Hari-4 Keesokan paginya kami bangun dan menikmati sarapan yang kurang lebih sama dengan hari kedua kami di Hanoi. Sebuah mini bus menjemput kami pukul 8 pagi untuk membawa kami ke Tam Coc. Tam Coc terlihat sangat indah lewat layar ponsel, namun sepertinya kami mendatanginya di musim yang salah karena kebanyakan daun rontok atau botak yang… Continue reading Diary Hanoi: Menginjakkan kaki ke Tam Coc, lokasi syuting film King Kong

Saturday Diary · Uncategorized

Diary Hanoi: Mengelilingi Old Quarter Hanoi di Akhir Pekan

Hari-3 Kami tiba di daerah Old Quarter hampir pukul 5 Sore dan langsung (First Stop: berburu jaket North Face). Sudah rahasia umum jika Vietnam menjual jaket North Face dengan harga miring, entah karena produknya tidak lolos quality control atau merupakan produk tiruan. Yang pasti, bahannya bagus, aku dapat merasakan kualitas yang tidak abal-abal disini. Sayangnya… Continue reading Diary Hanoi: Mengelilingi Old Quarter Hanoi di Akhir Pekan

Saturday Diary · Uncategorized

Diary Hanoi: Ide Baguskah Mengunjungi Halong Bay di Musim Dingin?

Hari-2 Kami bangun dan bersiap siap lalu turun ke bawah untuk menikmati sarapan pada pukul 7 pagi sebelum bus tur Halong Bay menjemput kami. Aku langsung menunjuk semua menu masakan Vietnam lokal yang ada di menu tanpa berpikir keras.. tidak banyak, hanya Pho Ayam, Nasi Ketan Babi Kecap dan Lumpia Beras berisi jamur daging cincang.… Continue reading Diary Hanoi: Ide Baguskah Mengunjungi Halong Bay di Musim Dingin?

Saturday Diary · Uncategorized

Diary Hanoi: Angin Sepoi Hanoi dan Semangkok Pho Hangat di Musim Dingin

Hari-1 Melangkah setapak keluar dari pintu otomatis airport, aku merasakan angin sejuk menghampiri sekujur lengan dan wajahku. “AC nya sejuk,” kataku. E&S menatapku dengan pandangan bingung. “Ini bukan AC, ini angin sebenarnya..” ujar E. “Iya, ini bukan dari AC..” kata S. “oh!” Reaksiku tanpa menutup-nutupi, terkejut dan sedikit tidak percaya. Angin sejuk Hanoi di musim… Continue reading Diary Hanoi: Angin Sepoi Hanoi dan Semangkok Pho Hangat di Musim Dingin

Saturday Diary · Uncategorized

Diary Ijen: Save the best for last, Kawah Ijen Beauty

Day-4 When Pak Budi parked the car for the second time that night, i thought we have arrived at Ijen. it turns out that he just stopped for coffee because of the sleepiness. It was 12 midnight, and i went down from the car into the toilet. It was really dark, so i turned-on the… Continue reading Diary Ijen: Save the best for last, Kawah Ijen Beauty

Saturday Diary · Uncategorized

Diary Semeru: 5 Hours Trekking to See a Lake, Ranu Kumbolo, Is it worth it?

Day-2 ( ..Continues.. ) We arrived in Ranu Pane at 11 AM that day, feeding our tummy with no-meat-at-all lunch from a small restaurant nearby. We ordered fried rice, potato soup and fried tempeh. After lunch we get ourselves ready for Ranu Kumbolo-the foot of Semeru mountain. But we were too shocked when we found… Continue reading Diary Semeru: 5 Hours Trekking to See a Lake, Ranu Kumbolo, Is it worth it?